Kasipenkum Kejati Babel Roy Arland Berharap Ahyung Segera Dieksekusi

  • Whatsapp

terdakwa-yuswan-alias-ahyung-beritaq-bangka

AMUNISINEWS.COM, PANGKAL PINANG-Kepala Seksi Penerangan Hukum ( Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Roy Arland SH berharap terpidana Ahyung alias Yuswan untuk secepatnya di eksekusi ke Lapas Tua Tunu.

Harapan Kasipenkum ini tertulis di Whats App wartawan Kejaksaan,

“Mudah mudahan secepatnya pidana badan terhadap  Ahyung dieksekusi oleh kejaksaan,” tulis Roy Arland pada Kamis (22/9) malam sekira pukul 22.16 wib

Kasipenkum Kejati Babel boleh saja berharap Ahyung segera di eksekusi, cuma perintah komando untuk eksekusi Ahyung ada di tangan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Happy Hadiastuti.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Happy Hadiastuti menjelaskan kepada salah seorang wartawan melalui pesan singkat,

“Ada surat sakitnya dik, suratnya ada di Kasi Penuntutan dan setelah pengobatan maag cronisnya segera akan masuk, itu yang bisa saya sampaikan”, jelas Bunda Happy ( panggilan yang biasa dipanggil wartawan) kepada Kajati Babel pada Kamis siang (22/9)

Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Bangka Tengah juga jauh jauh hari siap melaksanakan eksekusi Ahyung, cuma karena perintah belum diterima, jadi pihak eksekutor belum melaksanakan eksekusi tersebut,

“Saya siap melaksanakan eksekusi terhadap Ahyung, cuma masih menunggu perintah dari atasan”, kata Doddy Putra Alfian SH MH  Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah saat ditemui di kantornya beberapa hari yang lalu saat ditemui amunisinews.com dikantornya

Padahal pada 10 Agustus 2016 lalu Pengadilan Tinggi Babel sudah memutuskan dan menguatkan banding pihak Kejati Babel dengan putusan PT Babel terhadap terdakwa Yuswan alias Ahyung kurungan badan tetap yakni dengan 14 bulan penjara dengan denda Rp 50 Juta.

Bilamana Ahyung tidak membayar maka harus menjalani pidana kurungan badan selama 3 bulan,mengabulkan banding pihak Kejaksaan mewajibkan terdakwa Yuswan alias Ahyung mengganti kerugian negara sebesar Rp.2.485.255.000.

Jika paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan disertai dengan penjara selama 1 tahun.

Putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, Bos besar  Masa Jaya Motor/ Jagorawi motor itu dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500M2 yang terletak di desa Beluluk, Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah  tahun 2009 senilai Rp 1.093.207.500 serta tukar guling lahan pramuka di desa Batubelubang dengan lahan milik Yuswan ( atas nama istri Ahyung Hok Dryani Tety Wijaya ). Tukar Guling terjadi pada Juli 2009.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung tersebut, pihak eksekutor yaitu Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung wajib melaksanakan eksekusi terhadap terpidana Ahyung secepatnya, seperti apa yang dikatakan Humas Pengadilan Tipikor Maju Purba SH MH kepada wartawan melalui sambungan telepon pada Kamis siang (22/9) ,

“Eksekusi kerugian negara biasanya berbarengan dengan terpidana, bukan cuma uangnya saja,” jelas Humas PN.(tim)

 

Pos terkait