Kasus Munir Jangan Jadi Komoditas Politik

  • Whatsapp
Sosok Munir dalam goresan seni. (gambar : Djueinspired)

Oleh : Budi S.

 

Muat Lebih

AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Masih ingatkah Aktifis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir yang meninggal akibat racun arsenik ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana, pada 7 September 2004 di atas pesawat Garuda ‎dengan Nomor GA-974.‎

Iya, Pemerintah dibawah komando Presiden Joko Widodo akan konsen kembali mengungkap kasus-kasus masa lalu yang hingga kini menjadi isu-isu dan polemik di lingkungan masyarakat tanah air.

Namun Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta agar kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir Said Thalib tak dijadikan sebagai komoditas politik oleh pihak-pihak tertentu. Taufik meminta semua pihak menghormati hasil kerja tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir.

“Kita hormati Mas Munir sebagai anak bangsa, SBY presiden kita dulu, Jokowi yang sekarang. Ke depan jangan jadikan Munir sebagai komoditas politik, tapi selesaikan sama-sama secara real,” ujar Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan Rabu (26/10) baru-baru ini.

Lebih lanjun Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini  bersama DPR sudah mengantongi salinan dokumen dari tim pencari fakta.

“Kalau hanya sekadar kopian, DPR juga punya, karena pernah ditembusin,” ujar Taufik.

Taufik juga memuji sosok Munir sebagai salah satu pendukung Reformasi di tahun 1998.

“Munir dia tokoh pendukung reformasi juga. Siapapun, baik saat pergolakan di 1998, bagaimana perjuangannya jadi bagian salah satu bangsa ini, kita harapkan semua memiliki kajian, sama-sama menghormati kinerja TPF,” ungkap Taufik.

Hingga saat ini aktor intelektual kasus yang sempat menggegerkan publik ini belum terungkap. Sejauh ini baru dua orang dihukum, yakni Pilot Garuda Indonesia Pollycarpus Budihari Priyanto dan Direktur Utama Garuda Indonesia Indra Setiawan.

 

Editor : Ryan S.‎

Pos terkait