Kasus Tabrak Anak, Perkara Mengendap dan Mobil ‘Dikandangin’ Polisi

Oleh: Yanto/Pane

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Hingga berita ini tayang, laporan pidana terhadap pengemudi Grab mobil, Munali, yang menabarak anak Akbar Ramdhan (8) masih belum dilimpahkan kejaksaan. Padahal peristiwanya sendiri terjadi pada 28 Agustus 2021, dan laporan pidananya dilakukan oleh Ali Fatah, orangtua korban, pada 11 September 2021.

Bacaan Lainnya

Menurut Herry Yap, SH, kuasa hukum Munali, pihaknya sudah pertanyakan perihal berkas laporan Ali Fatah No. LP/428/33-L/IX/2021/LLJB tertanggal 11 September 2021 kepada petugas di SatLantas Polres Jakarta Barat di Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat, yang menangani kasus tabrakan itu, tapi ternyata belum ada kepastian.

“Mestinya, jika berkas klien saya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, selaku kuasa hukum pasti dilibatkan. Setidaknya ada pemberitahuan. Tapi ini sama sekali kami belum diberitahukan. Berarti belum ada pelimpahan,” kata Herry ketika disambangi Amunisinews.co.id di kantornya, Selasa (28/12/2021).

Guna memastikan kebenaran informasi, selepas dari kantor advokat Herry Yap, Amunisinews.co.id berusaha menemui Kanit Lakalantas AKP Hartono Stiawan SH. di Gedung Sat Lantas Polres Jakarta Barat. Tapi sayang, yang bersangkutan tidak memberikan keterangan secara rinci.

Begitu juga perihal kendaraan milik Munali, Daihatsu Sigra B 2702 BYM, yang dikandangi polisi sejak peristiwa tabrakan dilaporin ke polisi, nasibnya pun belum jelas.

Padahal, menurut Munali, kendaraan itu diperlukan untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Ia berharap polisi dapat memberikan pinjam pakai mobil tersebut, termasuk mengembalikan STNK dan SIM yang disita Aiptu Arsyad staf Sat Lantas Polres Jakarta Barat, sebagai barang bukti.

Yang mengejutkan, setelah Amunisinews.co.id mendatangi Kantor Sat Lantas Polres Jakarta Barat, pihak polisi mendadak melakukan gelar olah peristiwa di tempat kejadian perkara (TKP), Perumahan Kedoya, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, untuk pemberkasan kejadian, Selasa sore (28/12/2021).

“Iya benar, kemarin banyak polisi ke mari. Aneh juga ya, kejadiannya kan Agustus 2021, kenapa polisi baru olah TKP Desember 2021. Lagi pula kan sudah dilapori peristiwanya sama Pak Ali Fatah pada September 2021. Lama juga ya prosesnya mengendap,” papar Ismail, pemilik warung kopi tak jauh dari lokasi kejadian kepada Amunisinews.co.id ketika dimintai komentarnya, Rabu (29-12-2021).

Munali (kiri) sedang memberi penjelasan.

Di balik peristiwa tersebut, banyak yang bertanya, apakah benar pihak Jasa Raharja telah mengucurkan dana asuransi kecelakaan kepada keluarga korban, sementara polisi belum melakukan pemberkasan gelar olah TKP.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.