Kedutaan Besar Belanda dan UN Women Berkunjung Ke Desa Tajurhalang Bogor

Oleh : Lambas

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Kunjungan Kedutaan Besar Belanda dan UN Women ke Tajurhalang Bogor, disambut dengan pertunjukan ondel-ondel dan barongsai, juga pencak silat dari anak-anak muda setempat.

Seperti umumnya, Kepala Desa Tajurhalang Saipudin S.Ag, memberikan karangan bunga kepada rekan-rekan kedutaan Belanda, UN Women representatif dan WF representatif lainnya bertempat di Rumah Qur’an 2 Desa Tajurhalang Bogor, Rabu (18/5/22).

Kunjungan tersebut, dihadiri oleh Yenny Wahid Selaku Direktur Wahid Foundation, hadir pula perwakilan perangkat desa, Ketua Pokja (Kelompok Kerja) dan perwakilan anggota, kelompok wanita dan pemuda, pemimpin komunitas, kelompok usaha perempuan, pemimpin agama seperti Islam, Kristen, Hindu dan Budha, juga Babinsa dan Babhinkamtibmas.

Dalam sambutannya pak Saipudin mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim UN Women dan Wahid Foundation, telah memilih desa Tajurhalang sebagai contoh untuk mengangkat isu kesetaraan gender dan kebersamaan keberagaman.

“Saya berharap semoga kunjungan ini membawa dampak positif kepada masyarakat Tajurhalang, dan mampu meningkatkan pemahaman terkait kesetaraan gender dan pluralisme tersebut,” kata pak kades.

Sementara itu ibu Yenny Wahid mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan yang hadir dalam acara tersebut, berharap program ini dapat meningkatkan pemahaman akan isu gender tersebut.

Sementara Mrs. Ardi Stoios-Braken selaku introduction of the deputy head of mission Dutch embassy and colleagues, juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh hadirin yang mengikuti acara ini.

“Saya akan membawa serta melaporkan kegiatan ini kepada pihak terkait, juga akan berusaha untuk menuntaskan problem yang ada. Desa Tajurhalang akan menjadi salah satu Pioneer dalam program ini,” Kata Mrs. Ardi Stoios-Braken.

Disana juga ada berbagai kegiatan diskusi informal kelompok perempuan juga anggota Pokja, membahas beberapa kasus termasuk dalam hal pencegahan kekerasan bagi perempuan.

Ibu Lilis selaku ketua Pokja, meminta kepada ke Kedutaan Belanda dan UN Women, untuk memperkuat Pokja supaya bisa menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kekeran berbasis gender.

Usai diskusi lanjut kunjungan ke usaha kecil seperti lampion, keset, tempat sampah daur ulang juga keripik rumah produksi.

Untuk diketahui ‘Pokja’ merupakan suatu organisasi di luar struktur organisasi yang sudah ada, termasuk bentuk panitia atau Tim yang bersifat sementara dan anggotanya terdiri dari unsur-unsur internal maupun eksternal organisasi yang bersangkutan dan dibentuk berdasarkan surat keputusan.

Pos terkait