Kejari Cibinong Diminta Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi PT. PPE

  • Whatsapp

Oleh Lambas S

BOGOR, AMUNISI,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong Kabupaten Bogor, diminta agar segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi PT. PPE dan tak perlu menunggu hasil audit BPK.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Center For Budget Analysis (CBA), melihat proses hukum yang tengah dilakukan Kejari Cibinong terkesan sangat lamban dan jalan ditempat, dimana sudah sampai tahun ketiga Aparat Penegak Hukum (APH) Adhiyaksa tak kunjung menetapkan satu tersangka pun.

“Kejari Cibinong Kabupaten Bogor agar segera dapat bertindak cepat dan tegas dalam proses penyelidikan terkait dugaan korupsi yang dilakukan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bogor Yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) semasa kepemimpinan Radjab Tampubolon,” kata Sekretaris CBA.

Jajang Nurjaman pun menyadari hal tersebut, jika proses hukum yang dilakukan Kejari Cibinong memang terkesan lamban.

“Harusnya kejaksaan sebagai instansi yang berwenang melakukan penyidikan kasus korupsi dalam menetapkan tersangka tidak perlu menunggu hasil audit BPK, dan jika Kejari bekerja dengan benar dan serius maka akan sangat mudah menentukan unsur-unsur bagi yang melawan hukum, memperkaya diri sendiri, orang lain atau koorporasi bagi direksi PT. PPE kala itu,” tegas Jajang Nurjaman Selasa, 13 April 2021.

Menurut beliau, dari proses penyidikan bisa terus berjalan dan progres atau tidaknya bisa dilihat dalam penetapan tersangka.

“Termasuk dalih menunggu hasil audit BPK patut diduga hanya menutupi kinerja Kejari Cibinong yang lamban dan tidak ada keseriusan dalam memberantas korupsi di Bumi Tegar Beriman tersebut, selain dari segi waktu proses audit BPK, seharusnya sudah rampung dalam kurun waktu setahun lebih ini,” lanjut Jajang.

Jika surat keputusan BPK terkait audit kerugian negara telah keluar, diharapkan, Kejari tidak lagi bingung dan langsung menetapkan tersangka sebagai pihak bertanggung jawab atas kerugian uang negara atau uang rakyat sekitar Rp.80 miliar yang ditangani Kejari Cibinong sejak wal tahun 2018 itu.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *