Kejari Jakpus Terapkan Restorative Justice Terhadap Tersangka Pelaku Pencurian

Oleh : Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) resmi menerapkan Restorative Justice dengan melakukan penghentian penuntutan terhadap tersangka pelaku tindak pidana pencurian handphone.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Bima Suprayoga mengatakan, penghentian penuntutan ini baru pertama kali dilakukan berdasarkan adanya kesepakatan perdamaian dari kedua belah pihak untuk pemulihan kembali pada keadaan semula atas kepentingan korban dan pelaku tindak pidana.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini merupakan pembaharuan sistem peradilan pidana sebagaimana perintah Pimpinan dan bentuk komitmen kami dalam menangani suatu perkara adalah dengan mengedepankan hati nurani,” Kata Bima di Rumah Restorative Justice yang berada di Kantor Kecamatan Johar Baru, Kamis (28/4/2022).

Bima Suprayoga menjelaskan, dengan dilaksanakan Restorative Justice tersebut, tersangka Ade Rangga akhirnya bisa merayakan hari raya Iedul Fitri bersama istri dan anak-anaknya.

“Dengan adanya Restorative Justice ini terhadap tersangka dapat berlebaran bersama keluarganya dan kami harapkan tersangka tidak mengulangi perbuatannya,” Ucapnya.

Bima menjelaskan, alasan daripada tersangka melakukan pencurian tersebut karena masalah ekonomi. Tersangka diduga terpaksa mencuri karena untuk membayar kontrakan dan ingin membeli susu untuk anaknya.

“Adapun latar belakang Tersangka Ade Rangga berprofesi sebagai sopir ojek online melakukan hal tersebut dikarenakan tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan dan membeli susu kedua anaknya yang masing-masing berumur 2 dan 3 tahun,” Ucap Kajari.

Terdakwa diduga melakukan pencurian satu unit handphone merek Realme C15 milik korban Lestari Zahrotul Khusnani. Kejadian tersebut pada hari Rabu tanggal 02 Maret 2022 sekira pukul 13.10 WIB di Pintu keluar Terminal Senen Kelurahan Kecamatan Senen Jakarta Pusat.

Meski begitu, Bima menegaskan bahwa perbuatan tersangka Ade Rangga tidak dibenarkan dan perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum.

Selain itu, pada kesempatan tersebut tersangka langsung meminta maaf kepada korban. Tersangka juga mengaku menyesali atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pihak Kejaksaan dan saya minta maaf kepada mbak Lestari, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” Ucap Ade sambil menjabat tangan korban Lestari Zahrotul Khusnani.

Dalam kesempatan itu, Bima yang didampingi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum), Sobrani Binzar, dan Jaksa fasilitator, Wilhelmina Manuhutu, berterima kasih kepada Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri yang telah memfasilitasi Rumah Restorative Justice di Kantor Kecamatan Johar Baru.

“Rumah Restorative Justice ini selain sebagai tempat untuk penghentian penuntutan di luar persidangan juga sebagai wadah kepada masyarakat apabila ingin bertanya, meminta saran, serta pendapat mengenai hukum kepada kami dengan tujuan untuk masyarakat dapat lebih mengenali hukum dan menjauhi hukuman,” Ungkapnya.

Penghentian penuntutan tersebut juga telah melalui proses dan berkat kerja sama yang baik antara Kejaksaan dan pihak kepolisian Polsek Senen, serta didukung oleh Camat Johar Baru, Jakarta Pusat.

Pos terkait