Kejari Jakpus Tuntut Mati Dua Sindikat Pengedar Shabu

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID. – Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) menuntut dua sindikat pengedar shabu yakni terdakwa Nur Rachman alias Ade alias Ivan Bin Manin Permama dan Honi Aprizal alias Apri alias Oni Bin Aby Tubagus.

Kedua terdakwa hanya bisa tertunduk lesu saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Guntur Adi Nugraha dan Danang Dermawan dari Kejari Jakpus membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Menuntut pidana masing-masing terhadap Honi Aprizal als Oni bin Aby Tubagus dan Nur Rachman als Dade als Ivan bin Manin Permana dengan pidana mati,”¬†ucap JPU Guntur Adi Nugraha saat membacakan tuntutanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Purwanto. Selasa (30/12/21).

JPU juga menjelaskan, keduanya merupakan residivis dalam kasus yang sama, dengan jumlah barang bukti narkoba jenis shabu sebanyak 264 Kilogram shabu, dan dari fakta persidangan kedua terbukti secara sah dan terbukti bersalah.

Menurut Jaksa, kasus ini berawal pada bulan Maret 2021 kedua terdakwa yang merupakan jaringan internasional
melakukan tindak pidana narkotika dengan menjadi perantara jual beli shabu dengan rencana akan diantarkan menuju Gunung Sindur, Desa Rawa Kalong, Kec. Gunung Sindur, Kab. Bogor, Jawa Barat. Barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan seberat netto 264,6188 kg.

Para terdakwa didakwa dengan Dakwaan Kesatu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika atau Kedua Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam tuntutan dakwaan yang terbukti adalah Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan terhadap para Terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Guntur Adi Nugraha,SH dan Danang Dermawan, SH., MH dengan
Pidana mati.

Adapun yang menjadi dasar pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam melakukan penuntutan, antara lain jumlah barang bukti yang ditemukan dalam jumlah besar yaitu narkotika jenis shabu seberat netto 264,6188 kg, para Terdakwa merupakan anggota jaringan internasional, serta para Terdakwa merupakan residivis (pengulangan
tindak pidana) terhadap perkara Tindak Pidana Narkotika.

Barang bukti berupa narkotika jenis Shabu dengan total berat keseluruhan seberat netto 264,6188 kg, 2 unit Handphone, dirampas untuk dimusnahkan. Kemudian terhadap barang bukti 1 (satu) unit mobil beserta kunci kontak dan STNK dirampas untuk Negara.

Sidang ditunda 2 pekan mendatang untuk mendengarkan pembelaan (Pledoi) dari kedua terdakwa dan kuasa hukumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.