Kejari Kabupaten Bogor Sepakat Hentikan Penuntutan Perkara Penipuan Demi Keadilan

Oleh: Lambas

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk pertama kalinya melaksanakan restorative justice atau penghentian penuntutan perkara tindak pidana penipuan, berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Rabu (2/3).

Bacaan Lainnya

Pengajuan penghentian penuntutan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, berdasar pada ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Seperti; tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari lima tahun, tersangka sudah memintai maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa, tersangka sudah melakukan ganti rugi, ada kesepakatan berdamai sehingga tidak melanjutkan perkara ke tingkat pengadilan juga melihat latar belakang pelaku melakukan perbuatan tersebut semata untuk biaya pengobatan.

Kesepakatan berdamai difasiliatori oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor bersama Jaksa Penuntut Umum, Senin 14 Februari 2022 lalu, dimana pihak tersangka memberikan ganti rugi kepada anak korban Muhammad Didi berupa 1 (satu) unit handphone Redmi A9.

Untuk diketahui sinopsis tindak penipuan tersebut adalah tersangka I (pertama) tindak pidana penipuan tersebut yaitu Kadir Als Kadir Bin Johan dan tersangka II (kedua) Irawan Als Jeding Bin Suhaini, dan kasus posisi perkara bermula pada Minggu (28/11/2021) tahun lalu di Depan Cibinong City Mall, Cibinong Kabupaten Bogor, kedua tersangka menemui anak korban Muhammad Didi kemudian memperdaya anak korban untuk menyerahkan 1(satu) unit handphone merek Redmi A9 berwarna biru sambil memberikan 1 (satu) buah cincin kepada anak korban.

Konon cincin tersebut dapat menjaga diri dan pegangan badan. Tersangka pun menjual handphone seharga 600 ribu rupiah lalu membagi dua masing-masing 300 ribu rupiah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.