Kejati DKI Jakarta Bongkar Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Kejakaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta akhirnya berhasil bongkar penyebab kelangkaan minyak goreng (migor) kemasan saat ini. Ternyata ribuan dus karton berisi migor kemasan diduga akan diekspor ke negara luar, yakni Hongkong dengan harga jual yang cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Beruntung, gerak cepat aparat penegak hukum Kejati DKI Jakarta, mampu menghentikan aksi tidak terpuji oknum perusahaan PT. AMJ, PT. NLT dan PT. PDM saat masyarakat tengah menjerit soal kelangkaan migor dan melambungnya harga dipasaran.

Dari infomasi, Tim Penyidik Kejati DKI Jakarta bersama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, langsung melakukan penyegelan berupa satu kontainer berisi migor di Jakarta International Container Terminal (JICT) I Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Kami telah melakukan pemeriksaan lapangan dan meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan PT. AMJ dan perusahaan lainnya,” terang Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Ketut Semudana, Kamis (17/3/2022).

Menurut Ketut Semudana, aksi nakal oknum PT. AMJ dilakukan pada tahun 2021 dan 2022 dalam proses distribusi minyak goreng kemasan yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adapun hasil pemeriksaan lapangan dan meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait, Tim Penyelidik Kejati DKI Jakarta, menemukan satu unit kontainer berukuran 40 feet dengan nomor kontainer BEAU 4737396.

“Didalamnya terdapat 1.835 karton minyak goreng kemasan merek tertentu yang akan dilakukan ekspor dengan melawan hukum oleh oknum PT. AMJ bersama-sama dengan perusahaan lainnya ke negara tujuan yaitu Hongkong,” imbuhnya.

Dikatakan Ketut Semudana, bahwa ekspor satu kontainer migor kemasan yang akan dilakukan oknum PT. AMJ tersebut terindikasi melawan hukum, karena dilakukan dengan menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tim Penyelidik Kejati DKI Jakarta menyampaikan kepada pihak Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok terhadap temuan satu unit kontainer tersebut untuk diamankan dan tidak diizinkan keluar dari Teminal JICT 1 sampai dengan proses hukum selesai,” tegasnya.

Ketut Semudana menambahkan, dari rencana ekspor migor itu PT. AMJ diduga akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp400 juta per kontainer dan berdampak pada kerugian perekonomian negara dengan adanya kelangkaan migor kemasan di Indonesia.

“Sehingga pimpinan Kejati DKI Jakarta menerbitkan surat perintah penyelidikan bernomor Sprinlid: Print-848/M.1/Fd.1/03/2021 tanggal 16 Maret 2022. Diterbitkannya surat tersebut terkait pemberantasan mafia migor yang diuga dilakukan oknum PT. AMJ dan perusahaan lainnya tahun 2021 dan 2022,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.