Kelompok Curanmor Dibongkar, Satu Tewas Ditembak

  • Whatsapp

Oleh Ulis J0

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 4 tersangka berinisial MS, FY alias F, RE alias R, dan T di Desa Pasir Angin, RT 003/03, Gg Mushola Al-Almien, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor. MS tewas diberi tindakan tegas dan terukur, saat pengembangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para pencuri dan penadah sepeda motor saat beraksi berbekal senpi dan mempunyai peran masing-masing.

“Tersangka MS berperan sebagai pemetik, FY alias F berperan sebagai joki dan mengawasi keadaan sekitar TKP, RE alias R berperan sebagai pemetik dan penunjuk arah dan T berperan sebagai penadah dan menyebrangkan ranmor ke Lampung,” terang Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/10/2020).

Menurut Kabid Humas, modus pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran sepeda motor yang diparkir di halaman/parkiran toko yang tidak dijaga dan dalam keadaan sepi.

“Kemudian ketika pelaku menemukan sepeda motor yang jadi sasaran, selanjutnya 1 pelaku turun mendekati sepeda motor tersebut dan pelaku lainnya mengawasi keadaan di sekitar TKP. Dalam melakukan aksinya pelaku membekali diri dengan senjata api serta tidak segan melukai korbannya jika diketahui korban,” ujar Yusri.

Berawal informasi terkait maraknya dugaan peristiwa tindak pidana pencurian sepeda motor di daerah Jakarta. Selanjutnya petugas menindak lanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dalam rangka interview dan observasi untuk mencari tahu identitas pelaku.

“Pada Senin 26 Oktober 2020 polisi menangkap 4 tersangka di daerah Cileungsi, Bogor. Saat dilakukan pengembangan, tersangka MS melawan dan menyerang petugas sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Kemudian tersangka MS dilakukan pertolongan dengan membawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan tersangka meninggal dunia,” kata Yusri.

Barang bukti yang diamankan 1 pucuk senjata api revolver rakitan, 2 butir peluru kaliber 9 mm, 1 buah kunci “T” berikut anak kunci, 2 unit handphone, 3 unit sepeda motor, 1 buah STNK, dan 1 buah BPKB.

Para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun jo Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan hukuman penjara 20 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *