Ketua Bumdes Bontoparang Diduga Selewengkan Dana Bumdes, Puluhan Juta Rupiah untuk Beli Tabung LPG

  • Whatsapp

Oleh, Hamzah Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID.-Berdasarkan laporan dari Warga desa Bontoparang Kec.mangarabongbang Kab. Takalar Sulawesi selatan, bahwa dana Bumdes diduga keras diselewengkan oleh pengurus Bumdes desa Bontoparang, pasalnya dana Bumdes tidak nampak unit usahannya.

Sumber menyampaikan bahwa ratusan dana bumdes yang anggaranya dari dana Desa diperuntukan dan di kelola oleh pengurus Bumdes di bidang usaha, namun sampai sampai saat ini tak nampak unit usaha yang di kelola oleh pengurus Bumdes.-dirilis TOPIKTERKINI.CO.ID

Lanjut Sumber mengatakan bahwa Dana bumdes Di desa Bontoparang dikelola di bidang usaha tabung gas elpiji namun usaha tabung gas elpiji tersebut tidak nampak satu bijipun tabung gas kerana tak kelihatan.

Ketua Bumdes, Nawir dihubungi via ponselnya membantah tidak pernah menyelewengkan dana Bumdes yang dimaksud, melainkan disampaikan bahwa pada Bulan juli 2020 mengaku didatangi seseorang atas nama Irma pada saat itu mengaku panitia pelatihan Bumdes dari LSM Pasir Putih, meminta kepada pengurus Bumdes untuk menyuplai Gas elpiji 3 kg sebanyak 200 tabung dengan nilai anggaran sebesar 36 jt, namun kata Sumber sampai saat ini sudah setahun belum juga ada Gas elpiji tersebut.

Ketua Bumdes, Nawir mengaku Dana Bumdes sebesar 36.000.000 untuk pembelian Gas elpiji 3 kg sebanyak 200 tabung untuk bidang unit usaha tabung Gas elpiji melalui atas nama Irma, namun sampai satu tahun ini belum juga ada tabung elpiji tersebut, berkali kali saya desak namun dijanji janji terus sampai kini.

Sementara PLt. Kades Bontoparang, Saharuddin saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini mengakui sudah mengaudit dan mengakui juga Dana Bundles 36.000.000 di ambil oleh penyuplai untuk pembelian tabung Gas elpiji 3 kg 200 tabung dan mereka mengaku sudah memanggil mempertemukan kedua pihak yakni pengurus Bumdes sama penyuplai pengadaan elpiji pada tanggal 29 Desember 2020 lalu, sebelum tutup Buku. Namun penyuplai Irma  berjanji membeli elpiji tersebut paling lambat januari 2021, jika tidak berhasil membeli tabung maka penyuplai mengaku mengembalikan sejumlah Dana yang di ambilnya, namun kata Kades sampai saat ini tabung elpiji belum juga ada uangpun tidak dikembalikan.

Menurutnya jika penyuplai Irma tidak ada niat baiknya untuk membeli gas elpiji atau mengembalikan dana yang diambil secepatnya maka dirinya bersama Ketua Bumdes memroses hukumkan oknum penyuplai tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *