Ketua GBC “Bangsa Indonesia Harus Mampu Bersaing”

  • Whatsapp
PENGURUS GBC BEKASI
Rapat pengurus GBC Bekasi 13 Juni 2021

 

PENGURUS GBC BEKASI
Rapat pengurus GBC Bekasi 13 Juni 2021

Oleh: Rukmana, S.Pd,I

Bekasi – amunisinews.co.id, Dalam rapat yang digelar dikantor Gerakan Bakti Cendana (GBC) Bekasi pada Sabtu 13/06/2021 Ketua GBC Bekasi Bowo menghimbau agar bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang tidak ketergantungan kepada bangsa lain dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam tak pantas bergantung kepada negara lain dan sejatinya bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang kreatif, inovatif dan produktif kita tak perlu teriak anti aseng dan asing karena kita sudah masuk di era global dan era digital yakni sebuah kenyataan dimana tak ada lagi tirai pemisah antar negara semuanya sudah bebas dan digital, yang harus kita persiapkan adalah kreatifitas  anak bangsa kedepan sehingga menjadi bangsa yang inofatif dan produktif serta mampu bersaing dengan bangsa – bangsa lain,” tegas Bowo dengan nada optimis yang disambut dengan anggukkan kepala para peserta rapat Pengurus GBC  Bekasi.

“Mari kta bangkitkan ekonomi Indonesia melalui koperasi Abiyakta yang telah kita dirikan bersaqma, karena hanya koperasi yang akan bisa menyaingi para aseng dan asing dalam hal berbisnis, semangat koperasi adalah semangat kerakyatan dan perwujudan dari ekonomi kerakyatan,” imbuh Bowo

Diantara pengurus yang hadir ada pula mantan anggota DPRD Bekasi H. Daris selaku pembina GBC, dalam orasi politiknya Daris mengatakan, “Kita sudah dijajah, sudah dikuasai kaum borjuis, kaum pemodal besar yang bisa memerintah penguasa sesuai keinginannya, bahkan wakil rakyat kita pun sudah dalam kendali kaum pemodal yang bisa memesan undang – undang sesuai kebutuhan mereka, lihat saja wacana pemerintah yang akan mengenakan  pajak terhadap pembelian sembako  dan pendidikan, ini bentuk riil dari sebuah penjajahan dan menunjukan negara menuju kebangkrutan,’ ungkapnya tegas.

menurut  Daris, menyikapi kondisi bangsa yang carut marut sperti ini  kita harus mempersiapkan orang – orang baik (shaleh) untuk masuk kedalam politik, buang jauh – jauh stigma bahwa politik itu kotor, politik itu kejam sehingga ulama (orang alim yang mempraktikan ilmunya) tidak boleh berpolitik karena dengan stigma inilah Indonesia hancur disebabkan yang mengisi jabatan – jabatan politik adalah orang – orang jahat, koruptor, liberalis  yang sama sekali tidak memikirkan kepentingan masyarakat,”

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *