Klien Dianggap Pencuri, Kuasa Hukum Balik Menuding Pihak PT MBK Sebagai Penadah

  • Whatsapp
Agustiansyah SH

Oleh: Teguh

Ketapang, Amunisinews.co.id – Agustiansyah SH, kuasa hukum Sam’on alias AS menegaskan, apabila kliennya (AS) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian, maka ia akan menuntut agar pihak perusahaan yang mempekerjakan AS di PT. Mulia Bhakti Kahuripan (MBK) dikenakan pasal 480 KUHP, yakni sebagai penadah barang hasil curian.

Menurut Agustiansyah, bahwa proses hukum yang dilakukan pada Sam’on dan Ardiansyah selaku korban itu sumir. Karena status Sam’on ini adalah karyawan perusahaan, dan barang (kelapa sawit) itu dijual dan kembali lagi kepada perusahaan yang membeli.

“Justru jika dibilang ini adalah unsur dari pencurian, itu lemah. Terkecuali Sam’on itu adalah orang dalam kontek di luar dari pihak perusahaan, yang dinamakan pencurian itu yang termasuk tata ijin baik dalam suatu wilayah atau tempat yang memiliki barang ingin dikuasai, namun ironisnya inikan tidak,” ungkap Agustiansyah kepada Tim Media Amunisi, baru-baru ini.

Karenanya Ardiansyah minta agar pihak PT MBK dikenakan pasal 480. “Kita ada perencanaan ingin membuatkan sesuai 480 kalau memang itu adalah perbuatan jahat yang diberikan oleh pihak perusahaan ke korban, bisa saja perusahaan terkena sebagai penadah dari hasil curian,” tegasnya.

Sebagaimana berita yang pernah diturunkan di amunisinews.co.id, pada Kamis 12 Agustus 2021 lalu, diterangkan di lokasi perkebunan milik PT.MBK telah terjadi penangkapan terhadap warga sekitar, terkait masalah yang diduga pencurian buah sawit. Sayangnya ketika persoalah tersebut hendak dikonfirmasi kepada pihak PT.MBK, kala itu tak satu pun dari pihak perusahaan yang berhasil ditemui Tim Media Amunisi, diduga menghindar.

Di lain kesempatan Tim Media Amunisi berhasil menghubungi Marius selaku Humas Perusahaan PT.MBK untuk konfirmasi melalui telepon selular, tapi yang bersangkutan enggan memberi keterangan dengan alasan takut salah dalam pembicaraan.

Menurut informasi yang diperoleh Tim Media Amunisi menerangkan, tempat kejadian di sekitar Blok c28, sekitar Sungai Badak Kecamatan Sungai Laur, adapun di saat kejadian yang memergoki kedua korban (tersangka) kala itu yakni Rigan selaku asisten di perkebunan PT.MBK bersama scurity kebun dan bukti hasil dari sebuah rekaman video sebagai petunjuk masih berada dengan pihak Polsek Kecamatan Sungai Laur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *