Kluruk Balai Desa Grinting Puluhan Waga dan Paguyuban PKL Tolak Pembangunan Indomaret

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Tolak akan dibangunnya Indomaret, puluhan warga pemilik warung, serta toko klontong, geruduk Balai Desa Grinting Kecamatan Tulangan Rabu(2/3/2022). Hal ini dikarenakan akan dibangunnya waralaba (Indomaret) di tanah milik warga setempat. Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan Kasun Munir dalam menyampaikan penolakannya.

Bacaan Lainnya

Saat ditemui dilokasi H. Mulyadi (52) warga RT 14 RW 4 perwakilan paguyuban PKL kepada Amunisi mengatakan, selama ini tidak ada sosialisasi kepada kita warga Desa Grinting.

“Sebagai warga, kita telah mengumpulkan tanda tangan seluruh warga sebagai bentuk penolakan,yang dimaklumatkan kita setujui dan sepakat menolak datangnya waralaba(Indomaret) itu sudah sebulan yang lalu,” jelas Mulyadi.

Kemudian muncul tanda tangan lagi tidak tahu dari siapa yang mengkoordinir. Seharusnya kita sebagai warga negara yang baik meminta untuk memanggil, bagaimana kesepakatan tidak langsung yang menolak persetujuan dari semua pihak terus ada tanda tangan yang mendukung (setuju).

“Tetapi kenyataannya pada hari ini tanda tangan yang diajukan yang setuju,tidak kalah kuatnya dengan yang kita ajukan ke desa,” katanya

Kita sebagai paguyuban ini kecewa, kita ada disini karena kebenaran, biarkan karena pribadi saya, lebih baik ramai didepan dalam artian rame didepan untuk menyelesaikan masalah dan endingnya akan menjadi nyaman.

Mulyadi menambahkan, selama warga desa sepakat bersama untuk tidak menerima waralaba, itu bisa dijamin, sekali waralaba masuk waralaba yang lain akan masuk. Kami datang kesini ingin mencari solusi bukan emosi supaya kehidupan disini bisa tenteram lohjinawi,” tegas Mulyadi kecewa.

Sementara PJ Kades Grinting Herawati menyampaikan didepan puluhan warga yang sudah tersulut emosi, itu bukan bentuk ijin, itu bentuk pemberitahuan dan itupun yang berinvestasi orang Grinting sendiri.

“Saya berbicara sebagai pejabatnya, yang menanda tangani sekitar ada RT dan RW dan atas nama lembaga sudah tanda tangan. Kalau soal sosialisasi saya kira pihak Indomaret sudah sosialisasi ke warga sekitar,” ucap Herawati.

Mendengar yang disampaikan PJ Kades, seluruh warga serentak menjawab belum dengan teriakan keras.

Senada Sutanto ketua BPD menambahkan, “mengenai ijin disitu untuk ijin usaha, ini tidak melalui pemerintah Kabupaten, namun melalui online OSS, melalui Kementerian dipusat. Saya selaku lembaga (BPD) dalam aturan bisnis ini, untuk penandatangan menyetujui radius 100 meter, sedangkan yang menolak melebihi radius itu,” jelas Sutanto ketua BPD Desa Grinting.

Ditempat terpisah pemilik toko kelontong Pak Jamil Warga Rt.9 Rw.3 yang merasa sangat keberatan dengan akan dibangunnya Indomaret. Dalam keadaan sakit dan duduk di kursi roda dia mengatakan, yang pertama posisi keadaan didepan masjid, dan nomer dua bagaimana dengan usahanya nanti, dia sudah lama usaha du tempat tersebut sejak anaknya masih kecil.

“Saya sakit sudah lama mas dan habis operasi juga, untuk saat ini masih buka dengan anak dan istri saya yang jaga. Harapan saya tetap minta tolong gimana caranya tempat saya, dan hentikan adanya pembangunan Indomaret,” ujar pak Jamil berharap diatas kursi rodanya.

 

Warga lain, yakni Ustadz Munir menambahkan, surat menolak warga juga dikirimkan ke Camat dan ada tanda terimanya. “Bila ada dua kubu yang menandatangani seharusnya tahu, bahwa kita ini tidak sendiri melakukan penolakan di Grinting, anda sebagai BPD wakil rakyat, mana upaya anda mendukung atau mewakili warga. Kalau di kampung biarlah warga pribumi di desanya ini mencari sesuap nasi, beri keleluasaan. Kalau memang ada Indomaret biar di jalan propinsi saja,” imbuh wakil paguyuban dan Ustadz Munir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.