Kolaborasi 67 Lab Luaskan Kemampuan Tes Covid-19 di Jakarta

  • Whatsapp

JAKARTA, AMUNISI- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti dalam diskusi webinar penanganan Covid-19 DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa, menyebut DKI Jakarta perluas kemampuan tes Covid-19 melalui kolaborasi 67 laboratorium pemerintah dan swata.

“Saat ini Pemprov DKI berkolaborasi dengan 67 laboratorium milik swasta maupun pemerintah pusat dan daerah yang terdapat di DKI Jakarta, salah satunya Laboratorium Eijkman.” Kata dia.

Menurut Widyastuti, pihaknya sangat menjaga mutu dari laboratorium yang akan dijadikan mitra dalam penanganan COVID-19 di Jakarta.

Sebelum berkolaborasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan visitasi bermitra dengan Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI).

“Jadi 67 laboratorium itu bukan angka tiba-tiba, karena dilakukan sejak Januarim awalnya ada 8 lab pemerintah pusat dan Pemprov DKI, kemudian bertambah jadi 64 dan sekarang 67 lab,” katanya.

67 laboratorium mitra tersebut memiliki kapasitas per hari adalah sekitar 20 ribu.

“Dari 67 laboratorium tersebut, 16 laboratorium di antaranya milik pemerintah pusat, daerah dan lembaga penelitian memakai program pemerintah berbiaya gratis.Kapasitas 16 laboratorium ini sekitar 9.800 per hari,” katanya.

Pemprov DKI, lanjut Widyastuti, menyediakan berbagai akses untuk masyarakat Ibu Kota melakukan pemeriksaan Covid-19, baik menggunakan skema gratis dari pemerintah maupun mandiri (berbayar).

Kerja sama laboratorium swasta ini lebih banyak untuk pemeriksaan secara mandiri, angkanya mencapai 10 ribu.

Pemprov DKI Jakarta juga menaruh perhatian lebih pada akurasi pemeriksaan laboratorium dengan melakukan pemantauan mutu eksternal pada laboratorium yang menjadi mitra kolaboratif agar sesuai dengan standar nasional.

“Ada nilai toleransi yang harus kita capai yaitu tidak boleh tinggi kesalahannya, nilai minimal adalah 80 persen, harus bagus dan benar, ini kami jaga betul,” kata Widyastuti.

Terkait harga pemeriksaan Covid-19 standar Polymerase Chaind Reaction (PCR), Widyastuti mengakui pada kondisi awal, harga cukup fluktuatif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya ketersediaan reagen dan alat yang terbatas.

Namun, saat ini Pemprov DKI memantau kualitas mutu dan kualitas harga dari pemeriksaan Covid-19 setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menetapkan harga tes usap (PCR) maupun tes cepat (rapid test).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *