Komnasdik Jatim Akan Luncurkan Program Unggulan Kompetisi Sains Nasional

  • Whatsapp

SURABAYA, Deteksionline.com- Ketua Komnasdik Jatim Kunjung Wahyudi. ST.M.S.i. merasa optimis  program KSN yang merangkul salah satu penerbit CV. Praditha Mediatama sebagai  penyalur eksklusive hasil karya Prof. Yohanes Surya, Ph. D  yang telah membesarkan bangsa Indonesia dikanca internasional akan berjalan lancar.

Prof  Yohanes adfalah juara dua Olimpiade Sains Dunia [ada tahun-tahun awal kurun waktu 2000 – 2010 lomba *Olimpiade Fisika dan Matematika Internasional* sehingga Jawa Timur sebagai Pilot projects untuk menuju tangga Juara tingkat Nasional dan Dunia….

“Dan Komnasdik Jawa Timur segera menyusun program unggulannya akan membuat gebrakan sehingga bisa terlaksana dengan mengadakan perlombaan  kompetisi/ olimpiade sains dari mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai ke tingkat nasional. Pesertanya dari mulai sekolah Dasar/SD/MI , Sekolah Menengah Pertaama/SMP/MTs dan Sekolah Menengah Atas/SMA/MA yang sangat aktif kita akan bisa mewujudkan Jatim Cerdas, insyaallah,” kata ketua Komnasdik,  yang juga sebagai Dosen di ITS Surabaya. Selasa (13/4/2021)

Kunjung menilai memajukan bidang pendidikan di Jatim

sangat diperlukan. “Untuk itu perlu sekali kita ada/miliki sarana dan prasarana semacam buku referensi dan intensitas pelatihan/pembinaan Olimpiade Sains di bidangnya masing-masing, yang bisa kita percaya dan Komnasdik adalah entitas yang kita yakini bahwa keberadaan Komnasdik mampu mewujudkan Jatim Cerdas,” terangnya.

Dikatakan Kunjung bahwa Komnasdik yg telah dilantik Wakil Gubernur Jatim yang akrab disapa Emil Dardak beberapa bulan lalu,menjelaskan, ada banyak tantangan yang dihadapi Dinas Pendidikan Jatim saat ini. Tantangan tersebut diantaranya masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim, perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan, disparitas pendidikan, sistem zonasi saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), sistem digitalisasi pendidikan di masa pandemi seperti saat ini, dan sebagainya.

Untuk dapat menjawab semua tantangan tersebut, lanjut Kunjung, Dinas Pendidikan Jatim sebagai kepanjangan tangan Pemprov Jatim pada urusan pendidikan membutuhkan mitra kerja yang juga berfungsi sebagai check and balance, kawan berdiskusi, bertukar pikiran terhadap kebijakan yang diambil Pemprov Jatim. “Kita perlu ada suatu lembaga yang independen tapi kompeten serta berintegritas,”tegasnya.

Dosen ITS Surabaya tersebut menggambarkan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi Dinas Pendidikan Jatim adalah saat memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Bagaimana sistem tersebut bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Jatim yang ingin mendaftarkan putra putrinya di sekolah tertentu berbasis Kartu Keluarga (KK).

Sementara, sistem tersebut membuat sebagian orang berupaya agar anaknya dapat diterima di sekolah tertentu. Salah satunya dengan memasukkan anak mereka ke dalam KK saudara atau teman mereka yang lokasinya dekat dengan sekolah yang ingin dituju. Namun di sisi lain anak tersebut tidak tinggal di keluarga tersebut. “Ini penting karena kalau dari penerimaannya saja orang sudah tidak punya Trust (kepercayaan), bagaimana mereka punya Trust kepada sistemnya,” ungkapnya

Oleh karena itu, dirinya kembali menekankan pentingnya eksistensi Komnasdik. Salah satunya adalah untuk mencoba menjembatani, menyampaikan aspirasi atau mengkritisi regulasi. Sehingga ke depan akan ada kebijakan-kebijakan yang lebih konstruktif bagi dunia pendidikan.

Di sisi lain, disaat penandatanganan MOU kepada Penerbit di Michael TJ Galeto & Cafe  disurabaya, Komnasdik seyogyanya menjadi sebuah figur atau sekelompok figur yang dianggap kompeten. Termasuk paham dan memahami, mengetahui, peduli dan juga berintegritas tinggi terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Lanjut Komnasdik Jatim agar terus berkolaborasi, bersinergi dengan Pemprov Jatim, utamanya Dinas Pendidikan dalam membangun dan mengembangkan pendidikan di Jawa Timur. “Harapannya  Komnasdik akan terus menjadi mitra  untuk membangun, karena apa ? karena pendidikan adalah sekali lagi lentera kita, penentu masa depan kita,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *