Komsumsi Narkoba Sejak 2016, Komedi FF, Ahkirnya Diamankan Polda Metro Jaya

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Sejak tahun 2016 mengosumsi Narkoba jenis tembako sintetis, seorang publik figur komika tanah air Fico Fachrizal akhirnya diamankan Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya.

FF diamankan dikediamannya yang terletak di Jalan Istikomah, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Saat diamankan polisi pada Kamis (13/01/2022) lalu, FF dalam keadaan masih terpengaruh Narkoba jenis tembako sintetis.

“Pengungkapan kasus ini berawal, dari laporan informasi yang diterima terkait dugaan penggunaan Narkotika jenis sintetis oleh FF. Kemudian, didalami Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dengan berdasarkan informasi yang akurat diperoleh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Endra Zulpan, ketika menggelar press release di Gedung Ditresnarkoba PMJ, Jumat, (14/01/2022).

Penangkapan terhadap komedi FF ini lanjut Zulpan, sebagai bukti nyata dan komitmen Polda Metro Jaya, sesuai arahan pimpinan Polri bahwa, polisi akan melakukan penegakan hukum terhadap mereka yang menggunakan atau mengederkan Narkoba jenis apa pun.

Dengan harapan, pengungkapan kasus Narkoba dengan tersangka seorang publik figur ini, bisa menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, agar tak mengulangi hal yang sama.

“Karena Narkotika ini sudah dinyatakan pemerintah sebagai kejahatan yang berbahaya dikategorikan sebagai extra ordinary crime. Disamping merusak pemakainya, juga akan merusak mental serta merusak generasi muda bangsa,” timpal Zulpan.

Kepada polisi, FF beralasan lantaran susah tidur, akhirnya mengosumsi barang haram jenis sintetis ini. Saat dilakukan penggeledahan di rumah FF, polisi menemukan Narkoba jenis tembako sintetis seberat 1,45 gram yang diisi didalam 1 bungkus rokok merek Jazi Bold.

“Tembako sintetis itu ditemukan saat penggeledahan dalam bungkusan rokok dengan berat 1,45 gram,” terangnya.

Senada dengan Zulpan, hal serupa disampaikan oleh Wadir Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Doni Alexander. Menurut Doni, pengungkapan kasus yang tengah ditangani pihaknya itu, tak berhenti dengan penangkapan terhadap FF saja.

Namun, penyidik masih mengembangkan kasus ini sampai kepada penyuplay dan masih dalam pengejaran penyidik.

“FF membeli Narkoba jenis sintesis ini dengan harga Rp: 300.000 melalui penyuplai dengan menggunakan media sosial (Medsos),” terang AKP Doni Alexander.

Dengan tegas AKBP Doni mengatakan, penetapan FF sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan berbagai pertimbangan dari penyidik.

“Mulai dari barang bukti hasil penggeledahan dirumah FF, serta hasil tes urin dari FF,” timpalnya.

Untuk mempertanggungjawab atas perbuatannya itu, tersangka disangkakan telah melanggar undang – undang Narkotika No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 27 ayat (1) dengan ancaman hukum paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.