Kontrak Pelaksanaan Proyek Jembatan Sigambir sudah Berakhir, Proyek Belum Selesai

  • Whatsapp

img-20170112-wa0012

SUNGAILIAT BABEL, AMUNISINEWS.COM-Kontrak pelaksanaan  penggantian Jembatan Sigambir sudah berakhir pada Desember 2016 yang lalu tetapi sampai sekarang pelaksaan proyek jembatan tersebut belum selesai dikerjakan.

Berdasarkan pantauan amunisinews pada Kamis (12/1/2017) pukul 14.00 wib ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan seperti pengaspalan jembatan, pinishing dan lain lain.

Jembatan Sigambir itu menghubungkan kota Sungailiat kabupaten Bangka dengan Kota Belinyu Kabupaten Bangka tersebut merupakan jembatan yang vital karena jembatan tersebut merupakan satu satunya jalan penghubung antara kota Sungailiat menuju kota Belinyu selain itu juga jembatan Sigambir itu merupakan jembatan penghubung menuju daerah wisata Pantai Parai Indah dan Pantai Matras yang sangat terkenal di Bangka.

Dana pembangunan Penggantian Jembatan Sigambir itu dibangun dengan dana APBN Tahun 2016 melalui Pelaksana Jalan Nasional (PJN) dan pagu dana Rp.9.642.876.450.00 oleh PT SMB di Palembang Sumsel dengan NOMOR Kontrak, KU.08.08.K.498593/03/237 masa pelaksaan selama 120 hari kerja.

Telatnya penyelesaian proyek Jembatan Sigambir itu disorot oleh LSM , salah satunya LSM Gebrak Babel melalui Ketua Investigasi Ismail kepada harian amunisinews pada Kamis (12/1/2017) sore nya meminta kepada pihak terkait seperti Tipikor Polda Kepulauan Babel atau Kejaksaan Tinggi Babel untuk mengambil sikap dengan melakukan penyelidikan karena hal tersebut dapat merugikan APBN.

“Kalau suatu proyek sudah telat dari kontrak berarti proyek tersebut mesti di LIDIK oleh pihak Tipikor Polda Babel atau pihak Kejati Babel, karena kami duga sudah dikatagorikan merugikan Negara, kita tidak tau apakah benar benar didenda oleh PU PJN atau mereka diduga sudah kongkalikong dengan pihak rekanan. Ini kan kita hanya menduga, supaya kita jangan menduga duga sebaiknya pihak Tipikor Polda atau Kejati melakukan penyelidikan walau tidak ada yang melapor. Berdasar berita dimedia pihak terkait sudah bisa melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Ismail tambahkan, memang proyek itu merupakan proyek bencana yang masa pelaksanaannya mepet dengan hanya Empat (4) bulan, jadi pelaksanaannya pasti terburu buru dan kurang maksimal

“Setahu saya proyek jembatan Sigambir itu merupakan proyek bencana. Dengan masa pelaksanaan hanya Empat bulan pasti telatlah penyelesaiannya dan pasti dikerjakan dengan terburu buru serta kurang maksimal,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Hendra ST saat dihubungi via pesan singkat mengatakan kontraktor masih punya hak untuk mengerjakannya selama 50 hari sejak kontrak berakhir

“Kontraktor punya hak 50 hari menyelesaikan pekerjaan setelah kontrak berahir, mereka akan dikenakan denda keterlambatan,” tulis hendra.

Tetapi Hendra tidak menyebutkan besarnya denda dan kalau masih belum selesai juga apakah perusahaaan pelaksana akan di Blacklist..( robi)

Pos terkait