Kupas Buku Persoalan Bangsa Waket MPR, Saleh Asnawi: Cocok Referensi Semua Kalangan

Oleh: Edy Tanjung

TANGSEL, AMUNISINEWS.CO.ID — Ketua DPD Partai NasDem Tangsel (Kota Tangerang Selatan) Drs H Moh Saleh Asnawi MA MH menilai buku “Membedah Persoalan Bangsa” karya Lestari Moerdijat SS MM sangat bermanfaat dan cocok sebagai referensi berbagai kalangan. Untuk itu, dirinya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengarang buku ini.

Bacaan Lainnya

Selain bisa menjadi rekomendasi untuk pemerintah, panduan bagi masyarakat berguna bagi dunia pendidikan. Tentunya, untuk Kader Partai NasDem sendiri dapat dijadikan inspirasi serta motivasi untuk terlibat dalam memperjuangkan hak-hak warga masyarakat.

Demikian disampaikannya saat menjadi keynote speaker bedah buku tersebut yang dilaksanakan atas inisiasi Ketua Garda NasDem Tangsel Eko Yulianto, ditanggapi argumen narasumber dan digelar di restoran Lubana Sengkol, Minggu (27/2/2022).

“Ya, kesimpulan yang dapat diambil dari buku karangan Wakil Ketua MPR RI ini dikemas dengan analisa tajam namun bahasanya sangat santai dapat menjadi solusi acuan komprehensif bisa menjadi rekomendasi untuk pemerintah, panduan bagi masyarakat umum dan referensi bagi dunia pendidikan,” ujar H Moh Saleh Asnawi menilai saat mengupas buku tersebut.

Disebutkannya, dari buku ini diketahui warna kehidupan masyarakat Indonesia plural dengan berbagai ragam persoalan. Sebagai proses dan berkembang dalam proses pembangunan bangsa Indonesia, pemerintah tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi dari unsur masyarakat, dunia pendidikan dan dunia usaha. Maka, pemerintah perlu memfasilitasi aspirasi-aspirasinya.

“Sebagai contoh adalah permasalahan soal rancangan undang-undang (RUU) yang belum rampung. Konflik di berbagai daerah hingga ragam masalah politik, sosial serta pendidikan. Juga menarik bagi saya untuk didiskusikan, ada RUU yang sarat dengan hak kemanusiaan masyarakat yaitu RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” ungkapnya lagi.

Walaupun sudah ada acuan UU Perburuhan, jelas Saleh Asnawi, namun negara harus hadir pada ranah yang sangat tipis antara dunia pekerjaan dengan private (rumah tangga) ini. Dapat terlihat dari sulitnyà pembatasan hak dan kewajiban pekerja ketika di satu tempat tinggal yang sama dengan pemberi kerja, selain sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

“Disini negara harus ikut berperan menjaga batasan-batasan tersebut, terlebih pada kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi pekerja rumah tangga yang seringkali kita saksikan di media,” terang Saleh Asnawi.

Dia berharap, dengan adanya bedah buku Membedah Persoalan Bangsa, Partai Nasdem akan terus menyuarakan dan memperjuangkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

“Jadi, agar NasDem pun sebagai partai politik tidak hanya memberi janji, tapi juga berbuat untuk perjuangan keamanan dan kesejahteraan bangsa. Termasuk sikap tegas memperjuangkan pekerja rumah tangga yang harus mendapatkan pernaungan yang sama dengan pekerja lainnya,” tegas tokoh masyarakat yang sudah malang-melintang sebagai politisi Kota Tangsel ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.