Lagi, Boy Sadikin “Sentil” Ahok

  • Whatsapp
Boy Sadikin

Boy Sadikin AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – BASUKI Tjahaja Purnama, atau akrab dengan sapaan Ahok, benar-benar seperti “pesakitan”. Selain sebagai tersangka penistaan agama, ia juga “disentil” oleh kader dari partai pengusungnya.
Siapa?
Dia tidak lain, Boy Sadikin, putra dari ikon Gubernur DKI, Ali Sadikin.
Boy, begitu panggilan akrabnya, tsk hanya hengkang dari partainya saat mengusung Ahok, juga menilai kinerja mantan Bupati Belitung Timur itu gagal membenahi Jakarta.
Sebagai bukti, ia menunjuk soal pembebasan lahan bekas Kedutaan Inggris, yang mengorbankan anak buahnya, Kepala Dinas. “Seharusnya dia turun tangan, jangan hanya memaksa anak buahnya saja,” jelas Boy pada awak media.

Selain itu, Ahok kerap kali berlindung ke Presiden Jokowi. “Apa apa ditarik ke Jokowi. Sumber Waras juga nanti ditarik sama Jokowi. Dia selalu bilang gitu kan,” terangnya.
Boy juga secara terang-terangan mengungkapkan alasannya hengkang menjadi Ketua DPD PDIP Jakarta, yaitu ketidak setujuannya soal reklamasi Pantai Jakarta.
Namun nyatanya, para petinggi di partainya malah mengusung Ahok sebagai Calon Gubernur.

Padahal, dampak reklamasi kepada para nelayan tidak main-main.
Paling menyolok, soal “territorial” menangkap ikan yang kian menjauh.
Sehingga costnya lebih besar lagi. Padahal, perahu yang digunakan, jarak tempuhnya maksimal 4 mil. Belum lagi biaya BBM yang ikut naik, kecuali pihak pengembang memberikan subsidi, ataupun perahu yang bagus.
Eh, sudah begitu, ketika terjadi “konflik” dengan pengembang, Ahok bukan menjadi penengah, malah menggusurnya. Seharusnya dipikirkan nasib mereka,” tandas Boy.
Misal, membuat pulau yang diperuntukkan nelayan. Di situ pula dibangun dermaga, tempat pelelangan ikan, “Pasti nelayan tidak menolak,” tambahnya.
Sebaliknya, menurut Boy, PLT Soemarsono jauh lebih berhasil. Contohnya, soal komunikasi dengan DPRD DKI, jauh lebih mulus. Tidak ada konflik-konflikan seperti eranya Ahok.

Boy juga menilai, dalam mega proyek reklamasi itu, semua pihak terlibat, baik anggota dewan, termasuk Gubernur DKI yang mendapatkan kontribusi dari reklamasi.
“Kan anggota dewan juga terlibat, ada yang di penjara,” ungkap Boy, yang kini menjadi tim sukses Anis Baswedan dan Sandiaga Uno.
“Pengembang itu rakus semua,” tandasnya.
Ia juga bingung, kenapa lahan subur dibangun perumahan.

Seharusnya yang dibangun itu lahan yang tidak subur.
“Pokoknya saya tidak setuju soal reklamasi sepanjang nasib nelayan tidak diperbaiki,” jelas Boy, yang menolak kader PDIP lain mengikuti jejaknya hengkang dari partai.

 

 

Oleh : * lian

Pos terkait