Lebih dari Setahun ‘Dihambat’, BPN Resmi Daftarkan Lahan Almira Residence

  • Whatsapp

master-foto-hl-318

CIBINONG, BOGOR, AMUNISINEWS.COM- Direksi PT Karunia Bastem Mandiri (KBM), developer pembangunan Almira Residence di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor dapat bernapas lega setelah pada Rabu (9/11) Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerima pendaftaran permohonan sertifikat perumahan tersebut.

Luas tanah yang diajukan sekitar 8 hektar terdaftar dianggap oleh BPN sudah memenuhi syarat dan prosedur sehingga dapat didaftar  dengan nomor 109911/2016 dan 100022/2016, “Surat tanah untuk perumahan sudah terdaftar sehingga kami dapat melanjutkan pembangunan perumahan ini untuk konsumen,” kata Benny, salah satu petinggi perusahaan tersebut, usai mendaftar ke BPN Kabupaten Bogor di Cibinong.

Benny dan sejumlah pengawas perumahan merasa lega karena sejauh ini, sudah lebih dari setahun BPN menolak pendaftaran tanpa alasan yang jelas. “Selasa, atau sehari sebelumnya kami menemui pejabat BPN, ternyata tak masalah sehingga pada Rabu bisa didaftar,” ujarnya.

Dia mengira terhambatnya pendaftaran tanah yang sudah dibelinya itu diduga ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi pembangunan dengan mengklaim tanah itu miliknya. Nah, atas dasar itu, katanya,  BPN sempat menolak dengan alasan yang tak jelas. “Mereka selalu bilang ada surat edaran dari Menteri BPN, Tapi tak mau menjelaskan surat edaran tentang apa. Baru pada Selasa kemarin pihak BPN menganalisa dokumen-dokumen kami dan mempersilahkan untuk mendaftar,” ujarnya.

Dengan diterimanya pendaftaran tanah, Benny berharap, pembangunan dapat terlaksana dengan cepat sehingga konsumen dapat segera menempati. “ Ya kami berharap konsumen dapat bersabar dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. Selama ini pembangunan terhambat karena ada rongrongan,” ucapnya.

Sempat Ribut  

Sementara itu memang sempat terjadi kericuhan dari konsumen yang merasa dirinya tertipu berakibat pemukulan terhadap HM Arifin, pengawas pembangunan. Dalam insiden tersebut HM Arifin yang mengalami  luka dibagian kepala dan lengan dibawa ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan penipun.

Peristiwa mengenaskan terjadi pada 4 September 2015 di kantor pemasaran di Desa Bojong, Kabupaten Kelapanunggal, Cibinong, Bogor. Atas peristiwa tersebut HM Arifin pun melapor ke kantor polisi. Laporannya tercatat No, B/III D//IX/2015.

Sayangnya, menurut HM Arifin, hingga Kamis (10/11) proses penyelidikannya seperti berjalan di tempat. Polisi mengatakan tak ada saksi mata yang melihat peristiwa itu. “Padahal banyak orang menyaksikan termasuk saat kejadian ada aparat setempat,” keluh HM Arifin, yang menyatakan dirinya sudah divisum dan terdapat luka diduga bekas pemukulan. HM Arifin menyatakan akan mengadukan masalah ini kepada Propam Mabes Polri. (tim)

 

Pos terkait