Lima gerai McDonald’s di Kota Semarang Akhirnya Ditutup Satpol PP

  • Whatsapp

Oleh, Sofyan

SEMARANG KOTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Restoran cepat saji McDonald’s merilis BTS Meal ternyata berdampak pada terjadinya kerumunan. Lima gerai McDonald’s di kota Semarang akhirnya ditutup Satpol PP karena memicu kerumunan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan tindakan tegas itu dilakukan setelah dirinya mengecek laporan adanya kerumunan di gerai McDonald’s. Fajar mengecek di gerai Mal Ciputra Semarang ada kerumunan ojek online yang menerima pesanan.
“Mungkin ini karena program BTS atau apa itu, lalu kami cek ada kerumunan. Kita nggak bisa salahkan Gojeknya, karena gojeknya kan terima orderan. GM-nya ini nggak mau lihat kondisi, saya pastikan ditutup,” tegas Fajar.

Fajar menegaskan ada lima gerai McDonald’s di Kota Semarang yang ditutup sementara, akibat membludaknya antrean. Rencana penutupan akan dilakukan 2 hari atau pihak perusahaan menghubungi Satpol PP.

“Itu ada tulisan tutup sementara paling 2 hari, dia nanti hubungi Satpol PP. Mungkin programnya atau apa sampai tidak pas, sampai ada kerumunan gojek,” terang Fajar.
“Kita tutup 5 titik yang di daerah bawah. Nggak bener ini, kasihan Pak Wali Kota. Pak Wali maksimal, Satpol maksimal, TNI Polri maksimal. Kalau ada kerumunan dikira nggak kerja,” imbuhnya.

Fajar pun mengimbau para pemilik usaha kembali memikirkan dampak dari promo yang digelar atau acara di masa pandemi COVID-19 ini. Fajar mengingatkan kasus COVID-19 sedang meningkat.
“Kasian TNI Polri, PPKM mikro ngomong terus tapi perusahaan menyepelekan,” cetus Fajar.

Sementara itu, Public Relation Mall Ciputra, Aisa Jusmar mengatakan, kejadian ini di luar dugaan.
Secara formal tidak ada informasi yang diterima pihak mall dari pihak restoran mengenai program tersebut dan saat mengetahui terjadi antrean panjang, pihaknya menarik seluruh sekuriti untuk melakukan pengamanan di restoran.
“Ini program nasional, jadi pas ada antrean, kami tarik sekuriti semua untuk kesini. Ini jadi pelajaran bagi kami agar tidak seperti ini dan kami coba semaksimal mungkin,” terang Aisa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *