Luangkan Waktu Jelang Ramadhan Pewarta Sidoarjo Ziarah Wali Wolu

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan pewarta Sidoarjo berziarah ke makam Waliyullah. Ziarah ke Wali Wolu tersebut guna mengharapkan keberkahan dan kemudahan, untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan aktifitas sehari-hari. Hal ini nampak pewarta bersama jamaah Musholla Fisabilillah Sidoarjo berziarah di tujuan awal Sunan Ampel Surabaya.

Bacaan Lainnya

Dengan memanjatkan doa dan sholawat serta dzikir di tempat yang kebanyakan diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT, diantaranya makam Waliyullah masih kerap kali diyakini. Seperti ziarah Wali Wolu beberapa pewarta Sidoarjo ke Waliyullah yang dituju rombongan diantaranya Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah Raden Prawoto putra dari Suana Kalijaga. Sunan Kudus Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan, Sunan Kalijaga wali Songo yang dikenal nama kecilnya adalah Jaka Said.

Dalam sambutannya Ustadz Izzi Zubair pria asli Pasuruan menyampaikan, mudah-mudahan ziaroh niki berkah dan diijabahi kalehan Allah SWT.

Wali niku mboten pejah niat ziaroh Wali Insyallah diparingi berkah. Karena berdoa dibeberapa tempat yang banyak diijabahi Allah yakni salah satunya makam Waliyullah.

“Niatnya ziarah ngaji ,dan tawasul itu ada caranya. Tawasul kepada para wali termasuk perintah dari Allah SWT,” jelas Ustadz Izzi singkat.

Loetfi pewarta Duta Masyarakat mengatakan dengan berziarah Wali, kebetulan ini Wali Delapan. Di sela kesibukan beraktifitas dilapangan kita perlu berdoa dan berharap kelancaran dan kemudahan, serta berkah dengan aktifitas sehari-hari. Di sini dengan memanjatkan doa dan dzikir (tawasul) yang juga didampingi Ustadz.

“Dengan ziarah ke makam Waliyullah, kami ingin mendapatkan berkah dan kemudahan, didalam aktifitas sehari hari serta di berikan Kesehatan oleh Allah. Karena selain berdoa juga lebih memahami sejarah masuknya islam di tanah Jawa khususnya,” kata Loetfi

Sementara Nurizam (35) pengemudi bus yang mengantar rombongan mengatakan, sebelumnya pariwisata fakum total. Karena pandemi Covid-19 tempat wisata fakum total (ditutup) pemerintah.Kalau regular masih jalan tapi tarif beda naik 50 persen, jurusan Malang – Ponorogo, Malang – Surabaya.

“Yang jelas sudah mulai dan semuanya juga sudah pernah vaksin. Di masa pandemi pokoknya semua fakum, namun sekarang antrian jalan dibagi tiga hari khusus regular yang penting masih bisa untuk pemasukan,” ucap pria asli Medan tersebut.

Alhamdulillah sekarang jalan terus divisi Pariwisata Bus,PO Restu Panda dengan ketentuan naik kantor yang jadwalkan.

Senada Gus Bebi(40) selaku pembina dan juga panitia, menambahkan kegiatan ini jamaah Musholla Fiisabilillah Sidoarjo,mereka ingin berdoa ditempat Wali Allah, apa yang menjadi hajat dan keinginan para peziarah agar bisa cepat terkabul.

Kami berusaha semaksimal mungkin supaya tiap tahunnya. Jangan sampai ada pandemi lagi, kalau bisa kegiatan ini agenda tahunan.

Berangkatnya dari niat dan barang kali dari menyisihkan rezeki, para jamaah yang juga karyawan disalah satu departemen store. Sebagian ada 50-70 persen yang sudah pernah ikut kegiatan serupa mas,” pungkas Gus Bebi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.