Mantan Bos Bank Sumsel Babel Diperiksa Sebagai Tersangka

  • Whatsapp

bank-sumsel-herman

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM –Lama tak berkabar akhirnya Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung telah menetapkan mantan Bos Bank Sumselbabel Asfan Fikri Sanaf menjadi tersangka pada Selasa tgl 04 Oktober 2016 dalam perkara korupsi penyertaan modal oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bangka Belitung.

Pernyataan kepala seksi penerangan dan hukum (kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Roy Arlant pada Selasa sore (4/10) di kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, dalam perkara ini Asfan Fikri Sanaf dinilai bersalah dan menyebabkan adanya kerugian negara dalam perkara penyertaan modal itu.

Asfan Fikri Sanaf  dinilai telah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian saham dan deviden atas penyertaan modal dari pemegang saham Pemprov Bangka Belitung pada PT Bank Sumsel Babel sejak tahun 2004 sampai dengan 2014.

“Pemeriksaan dilakukan di ruangan penyidikan Aspidus. Tersangka juga sudah diperiksa dan didampingi tim pengacaranya,“ kata Roy.

Perkara ini menurutnya merupakan perkara  lama yang menjadi tunggakan dan harus diselesaikan. Perkara ini  harus memiliki kepastian hukum dan harus segera selesai. “Ini perkara lama, baru diselesaikan sekarang.   Penetapan tersangka ini sebagai wujud keseriusan Kejaksaan Tinggi dalam menyidik tunggakan ini,” ucap Roy lagi.

Pemeriksaan Asfan Fikri Sanaf sebagai tersangka dilakukan pihak Aspidsus kemarin pagi hingga sore hari. Asfan Fikri Sanaf sendiri mendatangi Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung kemarin pagi bersama dengan 4 orang pejabat di lingkungan SumselBabel serta tim pengacara.

“Ya memang betul ada pemeriksaan beberapa pejabat bank SumselBabel (Asfan Fikri Sanaf). Mereka diperiksa penyidik di ruangan saya didampingi para pengacara,” tambah Aspidsus Patris Yusrian Jaya saat jumpa dengan wartawan.

Patris tidak memberikan keterangan rinci terkait apa saja materi pemeriksa kemarin itu pada tersangka. Patris berdalih penyidikan masih berlangsung dan pihaknya belum bisa membocorkanya demi kepentingan penyidikan itu sendiri. “Wartawan tanya saja nanti pada pihak penasehat hukumnya, karena kita masih memeriksa. Apa saja yang ditanyain nanti kita belum bisa (menyampaikan.red) kita masih kerja,” sebutnya.

Pemeriksaan berlangsung sampai pukul 17.30 WIB.   Asfan Fikri Sanaf tergopoh-gopoh keluar ruangan  bersama para pejabat bank Sumsel Babel menuju mobil.  Hanya keluar omongan dia sedang mengejar jadwal pesawat untuk balik ke Palembang saat dicecar soal penetapan tersangkanya. “Saya lagi ngejar pesawat  ke Palembang,” cetusnya.

Dalam perkara ini Asfan Fikri Sanaf dijerat pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam perkara ini  penyertaan modal dari Pemprov Bangka Belitung sendiri senilai  Rp 50 Milyar adapun kerugian negara dalam kasus ini disebut-sebut lebih dari Rp 15 Milyar.  Adapun selama ini banyak juga pejabat tertinggi dan tinggi daerah yang sudah menjalani pemeriksaan. Mulai dari bupati, walikota, Sekda hingga pihak badan penanaman modal daerah..(man)

 

 

Pos terkait