Mantan Dirut PDAM satu Lapas dengan Mantan Bupati Sidoarjo

  • Whatsapp
mantan-dirut-pdam-jatim
Dieksekusi :Jaksa memberikan pemahaman terhadap terpidana Djayadi sebelum akhirnya dijebloskan Lapas Porong

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM -Lagi-lagi kasus kasus korupsi menjerat orang nomor satu di Perusahaan BUMD.Namun kali ini sudah berstatus mantan,Tim jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo akhirnya mengeksekusi Djayadi, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo (DTS).

Pria 52 tahun itu dijebloskan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Surabaya, Porong, Sidoarjo. Dasar tim eksekutor menjebloskan pria warga Desa Randegan RT. 2 RW. 1 Kecamatan Tanggulangin itu atas dasar salinan putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI).

Dalam salinan putusan MA nomor : 340 K/Pid.sus/2014 itu menyatakan Djayadi telah divonis terkait dengan kasus pemberian dana pinjaman Rp 3 miliar ke Deltras Sidoarjo. Dasar itulah yang membuat tim eksekutor menjebloskan Djayadi ke Tahanan Lapas Porong.Keberadaan mantan Dirut Djayadi berada satu Lapas dengan Mantan Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso. Namun, mantan orang nomor satu di Sidoarjo itu bakal keluar dari tahanan, sebab saat ini tengah menjalani masa asimilasi.

Kepala Kajari Sidoarjo HM. Sunarto SH menyatakan jika pihaknya telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung atas terpidana Djayadi. “Kami terima salinan putusannya pada awal Januari 2017,” terangnya kemarin.

Usai menerima salinan putusan itu, sambung mantan Kajari Jombang,pihaknya memantau kegiatan terpidana. Hingga, tepat pada tanggal 9 Januari 2017, tim eksekutor menjemput terpidana tengah melihat pengerjaan bangunan Masjid  Desa , yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

“Kami jemput saat berada didepan masjid, kami berikan pemahaman dulu kepada terpidana atas salinan putusan (MA) itu. Akhirnya memahami, lalu kami bawa ke Lapas Porong.Diketahui, dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bebas, putusan Pengadilan Tinggi (PT) divonis setahun dan putusan MA menjadi 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta,” ungkap mantan Kajari Jombang tersebut.

Kasus yang menjerat mantan Dirut tersebut dengan barang bukti berupa, uang tunai sebesar Rp 3 miliar yang diuangkan dari bilyet Giro Bank Bukopin No. 22466663. Selain itu disita pula sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00296, sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00295 dan sebuah Sertifikat Asli (Tanda Bukti Hak) dari Badan Pertanahan Nasional No.Surat : 12.01.24.04.3.00281.

Sementara beberapa warga Desa Randegan yang dikonfirmasi wartawan Rabu(11/1) terkait ditahannya mantan Dirut PDAM Djayadi yang juga tokoh Masyarakat Desa setempat enggan berkomentar bahkan memilih diam.Begitu pula Kepala Desa randegan H.Moch.Shodiq tidak bisa dihubungi lewat telepon genggamnya sampai dengan berita ini diturunkan,guna menanyakan salah satu warganya yang ditahan Kejaksaan Negeri Sidoarjo.(tam)

Pos terkait