Mantan Rektor Bustami Rahman Membantah Ikut Menikmati Hasil Korupsi Proyek Solar Cell

  • Whatsapp
prof-bustami_20150806_145426
mantan Rektor UBB Prof Bustami Rahman

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM—Dalam persidangan lanjutan kasus korupsi Solar Cell Universitas Bangka Belitung pada Senin (24/10/2016) di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang Bangka Belitung, mantan Rektor UBB Prof Bustami Rahman membantah ikut menikmati hasil korupsi proyek Solar Cell. Bantahan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Noviansyah saat persidangan  terdakwa Dedi Sapja dan Pranchisca Anggela.

Kesaksian Bustami dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Noviansyah SH karena Prof Bustami sudah 3 x di panggil penyidik untuk bersaksi tetapi Bustami sendiri tidak hadir dalam persidangan dan pembacaan kesaksian Bustami atas perintah Ketua Majelis Hakim Setyanto Hermawan SH MH kepada Jaksa Penuntut Umum.

Melalui berita acara pemeriksaan (BAP), Bustami menuduhkan korupsi yang terjadi sampai dengan angka Rp 8.162.122.296, itu karena perbuatan terdakwa Dedi Sapja.

“Atas kesepakatan di persidangan akhirnya dibaca saja. Kita baca hasil penyidikanya (BAP),” kata Noviansyah.

Noviansyah katakan intinya Bustami mengakui sampai adanya korupsi tersebut. Tetapi Bustami membantah kalau terjadinya korupsi tersebut ada peran darinya selaku  Rektor saat itu.

“Semua kesalahan itu diarahkan pada terdakwa Dedi Sapja saja. Dedi Sapja yang membuat HPS dan RAB, semuanya peran penuh Dedi Sapja,” sebut Noviansyah menirukan pengakuan Bustami di BAP.

Terkait tudingan Bustami pada Dedi Sapja itu JPU Noviansyah semakin memperkuat tuntutan jaksa untuk menghukum terdakwa Dedi Sapja dan Franchisca Anggela dalam perkara ini.  Kesaksian tersebut juga diakuinya senada dengan pengakuan banyak  saksi lainya yang sudah memberikan keterangan serupa di muka persidangan.

“Tuduhan atas peran Dedi Sapja sebagai pelaku utama dalam korupsi ini bukan saja dari saksi Bustami. Tetapi kesaksian saksi Bustami ini semakin melengkapi kesaksian yang lainya,” sebutnya.

Bilamana lanjutnya, Dedi Sapja tidak terima terkait mengakuan Bustami, dia bisa bernyanyi merdu. Sebut saja siapa saja yang terlibat dalam korupsi ini semua.

“Kalau dia nantinya mau buka-bukaan ada aktor lainya yang terlibat dalam pusaran korupsi ini sebut saja. Kita bisa tindak lanjuti,” desaknya.

Sementara itu usai persidangan penasehat hukum Laurent Harianja  SH membantah tudingan dari  Prof Bustami tersebut. Menurut Laurent selaku KPA Bustami juga harus bertanggung jawab penuh sampai terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek ini.

“Dia (Bustami.red) menuduh Dedi Sapja semua atas terjadinya korupsi ini. Padahal kan dia (Bustami.red) sendiri yang menunjuk langsung Dedih Sapjah sebagai pelaksana proyek ini,” ucap Laurent.

Laurent katakan Dedi Sapja hanyalah seorang bawahan dari Rektor saat itu. Segala apa yang dikerjakan terkait proyek tersebut tentunya sudah sepengetahuan langsung dari pimpinan tertinggi.

“Tidak bisa hanya seorang klien saya saja yang harus bertanggung jawab. Persetujuan atas proyek ini di awal dulu juga kan dari Rektor selaku atasan klien kita,”  ujarnya.

Diharapkan oleh Laurent Kejaksaan Tinggi juga harus adil dan tanpa pandang bulu dalam mengadili perkara ini. Tidak bisa perkara yang korupsinya sangat besar seperti ini  hanya dituduhkan pada 2 orang terdakwa saja.

“Apa betul korupsi yang besar seperti ini hanya klien saya saja yang dipersalahkan. Sementara dalam fakta persidangan juga banyak pihak yang sudah disebutkan baik oleh terdakwa maupun antar para saksi-saksi,” tambah pengacara Lauren.(man)

 

Pos terkait