Masyarakat Desa Kinjil Pesisir, Kecamatan Benua Kayong, Kab. Ketapang, Butuh Bantuan Alat Pertanian

Oleh: Dedi Sumarni

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Masyarakat Desa Kinjil Pesisir, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, sangat berharap perhatian pemerintah setempat untuk memperoleh bantuan alat-alat pertanian. Harapan tersebut diungkap Sahwi, salah satu warga Desa Pantai Pesisir atau yang disebut Pantai Pecal.

Bacaan Lainnya

Menurut Sahwi desa tersebut diketahui sebagai lumbung padi. “Kami sudah turun temurun tempat kami di sini menjadi lumbung padi setiap tahunnya,” kata Sahwi kepada Media Amunisi, Kamis (03/02/2022) lalu.

Dia menuturkan bahwa untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya dari bertani. “Dulu kami bekerja hanya satu. Dalam satu tahun penghasilannya cukup lumayan. Nah, sekarang kami melakukan pekerjaan ini sudah dua kali dalam satu tahun Malah penghasilannya cukup lumayan,” ungkapnya.

Diakui Sahwi untuk melakukan pekerjaannya itu masih dilakukan secara manual. Menurutnya hal tersebut sudah tidak layak untuk menggunakan tenaga habis-habisan. “Saat ini sudah bukan jamanya lagi, dikarenakan pemerintah sudah mengeluarkan bantuan berupa mesin yang lebih canggih. Masyarakat sudah tidak perlu lagi menggunakan tenaga, tetapi kami merasa kesal adanya bantuan dari pemerintah daerah khususnya di Kabupaten ketapang ini, adanya bantuan tapi tidak pernah kami dapatkan,” kata Sahwi.

Ada bantuan, lanjut Sahwi, tapi pada orang-orang tertentu saja tidak tepat sasaran. “Seperti yang bapak saksikan saat ini, kami sewa (alat pertanian) dengan berpatungan. Dan mesin yang ada ini pun masih berupa manual. Ada yang lebih baik lagi dari yang bapak lihat sekarang, padi langsung masuk ke karung, hampa dan lain-lainnya itu sudah terpisah dari padi yang aslinya,” jelasnya.

Ia pun berharap apabila mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah akan ia gunakan untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Ketapang. “Dan usaha kita dalam meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Ketapang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang,” ungkap Sahwi.

Hal senada juga dikemukakan Bahri, selaku tokoh masyarakat Desa Mutang Musir. “Bahwa di desa kami bukan lagi menjadi rahasia umum kehidupan kami hasil dari bertani. Di saat adanya Covid-19, kami masih mampu bertahan tanpa bantuan pemerintah daerah setempat. Dengan hasil bertani masih berkecukupan untuk bertahan hidup, tidak merasa kesulitan dan di daerah kami juga bukan hanya berpenghasilan dari petani saja, selain itu kami berkehidupan dengan hasil nelayan. Dan berpenghasilan juga dari pedagang kecil seperti jual minuman, pecal dan lain-lain nya,” kata Bahri.

Dengan adanya Covid-19. Sambung Bahri, pengunjung di tempat wisata pantai pesisir sempat mengurangi penghasilan jualan dikarenakan gangguan Covid-19. “Saat sekarang sudah mulai beransur-angsur normal. Harapan kita semua mudah-mudahan Covid ini segera berlalu, dari kota ketapang. Agar kami dapat beraktivitas seperti biasa,” ungkap Bahri penuh harap.

Selain itu, Bahri mengakui bahwa ia bersama warga lainnya di desa tersebut belum pernah menerima bantuan. ”Kami belum pernah mendapatkan bantuan alat tangkap ikan dan lainya dari pemerintah daerah Kabupaten ketapang. Ada sih bantuan tapi tebang pilih dari kelompok tertentu saja melalui aspirasi anggota DPR. Masing-masing dari partai politik yang ada, inilah kejadian di daerah kami pantai pesisir kota Ketapang kalbar,” katanya.

Menurut Bahri, siapa yang terdekat dengan salah satu anggota DPR, yang terpilih orang itulah yang mendapatkan bantuan setiap tahunnya. “Malah terkadang orang itu bukan nelayan hanya mengatas namakan saja, bahwa dia adalah kelompok nelayan.” Ungkap Bahri.

Harapan kami, lanjut Bahri, dari pihak pemerintah untuk dapat menyalurkan bantuan-bantuan kepada kami masyarakat petani dan nelayan yang benar petani dan nelayan. “Jangan ada pilih kasih. Kami betul-betul mau berusaha membuat motor nelayan dan membeli alat tangkap, kami sisihkan dari penghasilan panen padi setiap tahunnya dijual untuk membeli motor air dan alat tangkap. Tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah, sementara pemerintah sudah mendengungkan adanya UKM (Usaha Kecil dan Menengah),” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.