Menemukan HP di ATM Ditahan, Seorang Ayah Laporkan Polsek Jabon ke Propam Polda Jatim

  • Whatsapp

IMG20170821133249_1

SIDOARJO, AMUNISINEWS.COM– Terkait kejadian penemuan handphone (HP) dan terekam Closed Circuit Television (CCTV) di Gardu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, mengakibatkan Firman Hadi (28), asal Desa Glagaharum RT 07 RW 02 Porong, ditahan Polsek Jabon atas tuduhan pencurian.

M.Nader (51) warga desa Glagaharum RT 07 RW 02 Porong,ayah dari Firman
mendatangi Propam Polda Jatim guna melaporkan kejadian yang menimpa anaknya dan meminta kepastian serta perlindungan hukum atas anaknya
(Firman red) yang telah ditahan oleh Polsek Jabon dengan tuduhan mencuri hanphone.

“Padahal anak saya tidak melakukan seperti yang
dituduhkan,” ujarnya kepada wartawan koran ini saat ditemui di Mapolda Jatim Selasa (22/8).

Nader mengungkapkan, berawal ketika anaknya mengambil uang di ATM BRI
cabang Jabon,dan menemukan HP merk Samsung Galaxy A7 16 GB warna gold
di atas mesin ATM. Selang beberapa hari datang anggota Polsek dan menangkap anak Firma atas dasar pelaporan pemilik Hp. Padahal sudah ada
perdamaian disertai surat penyataan kedua belah pihak dan disaksikan kedua kepala desa  yang bersangkutan.Kepala desa Glagaharum Porong dan
kepala desa (PJ) Dukuhsari Jabon.

Nader mengeluhkan penanganan Polsek
Jabon,bahwa pihak yang punya HP mengakui hp nya ketinggalan.”Dan  sudah
mencabut perkara kenapa masalah ini kok masih berlanjut.Polisi tidak
ada kerja samanya dan anak saya itu dalam keadaan sakit yang setiap minggunya harus kontrol(berobat)dokter,” keluhnya.

Sementara Indah,salah satu pengurus LSM Persatuan Arek Sidoarjo(PAS)kepada media mengatakan, sangat menyayangkan kejadian
ini, kebetulan anak tersebut (Firman) merupakan salah satu putra dari anggota PAS.

“Kita sifatnya hanya memediasi apa yang terjadi di Polsek,terkait penemuan HP di ATM yang sudah 3 hari hp ini dibawa anak tersebut,namun sudah ada perdamaian oleh kedua belah pihak bahkan didampingi kedua kepala desa. Namun,kenapa pihak Polsek masih menahan yang bersangkutan,padahal
sudah jelas-jelas anak ini tidak mencuri, serta sudah menunjukan surat keterangan dari dokter perawat,guna penangguhan penahanan,” ujarnya.

Bahkan, katanya, dia sempat kontek Kapolsek AKP.Subadri dan katakan pihak pelapor sudah mencabut
laporan,kenapa masih ditahan.Namun kasus ini sudah di laporkan ke Kapolres,dan disuruh melanjutkan. “Oleh karena itu saya melakukan pendampingan anggota saya ke Div  Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan) Polda Jatim guna mendapatkan keadilan karena anak tersebut dalam keadaan sakit dan tidak ada kepastian hukum atas tindakan penyidik khususnya polsek Jabon,” terang Indah dengan kecewa.

Sementara AKP.Hari Suwarno Kaur Trimlap Propam Polda Jatim, akan menindak lanjuti setiap Pengaduan Masyarakat (Dumas) khususnya secara tertulis terkait institusi kepolisian,” ujarnya singkat.(tam)

Pos terkait