Mengenali Cacar Air dan Mitos yang Ada

  • Whatsapp
dr Marrietta Sadeli

RUBRIK KESEHATAN

dr Marrietta Sugiarti SadeliOleh: dr. Marrietta Sugiarti Sadeli

AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – CACAR air adalah penyakit yang sudah ada dan dikenali sejak lama, tetapi masih banyak yang kurang mengerti apa penyebabnya dan bagaimana cara penanganan yang tepat untuk penyakit ini, bahkan dalam masyarakat terdapat mitos-mitos yang tidak ada kaitannya dengan penyembuhan, malah justru akan merugikan bagi yang sedang menderita penyakit ini.

Cacar air adalah penyakit disebabkan oleh virus Varicella zoster. Gejala penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik me-rah yang lama kelamaan terlihat berisi air dengan dasar kulit yang kemerahan, gatal, mudah pecah dan dapat menimbulkan bekas, bila ditambah infeksi sekunder oleh kuman, kelainan kulit ini dapat berada hampir di seluruh tubuh. Biasanya demam menyertai bagi penderita penyakit ini.

Seperti penyakit akibat virus pada umumnya, cacar air akan sembuh dengan sendirinya sesuai daya tahan tubuh individu yang terkena, tetapi akan timbul pertanyaan, lalu kenapa dokter memberi obat untuk penyakit ini?

Jawabannya adalah obat yang diberikan berupa antivirus dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan virus sehingga mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

Obat lainnya adalah bedak untuk mencegah agar bintil-bintil tidak mudah pecah sedangkan untuk bintil-bintil yang sudah pecah diberikan salep antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder oleh kuman. Selain obat-obat yang sudah disebutkan di atas biasanya diberi obat yang bersifat simtomatik atau hanya untuk mengurangi gejala yang ada, misalnya obat untuk menurunkan demam dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Mitos-mitos yang sering ditemukan dalam masyarakat
1. Cacar air tidak boleh mandi
2. Cacar air tidak boleh makan
telur, seafood atau yang amis-amis nanti jadi gatal
3. Cacar air tidak boleh makan kecap nanti bekasnya hitam
4. Bintil-bintil airnya dipecahkan agar cepat sembuh Berikut uraian penjelasan mitos-mitos tersebut

1. Cacar air tidak boleh mandi Mitos ini tidak benar, yang tepat adalah boleh mandi asal hati-hati jangan sampai bintil-bintil air menjadi pecah dan gunakanlah cairan Permanganas Kalikus (P.K) untuk mandi, cairan P.K. ini bersifat antiseptik untuk mencegah infeksi sekunder oleh kuman. Penggunaan cairan P.K. harus sesuai petunjuk dokter agar mendapat hasil yang maksimal.

2. Cacar air tidak boleh makan telur, seafood atau yang amis-amis nanti jadi gatal
Mitos ini tidak benar, kecuali memang individu tersebut memiliki alergi terhadap telur dan seafood, tidak akan terjadi reaksi gatal yang disebabkan oleh bahan-bahan tersebut. Di awal tadi sudah dijelaskan bahwa cacar air penyakit akibat virus yang dapat sembuh dengan sendirinya sesuai daya tahan individu yang terkena. Telur dan seafood mengandung banyak protein yang diperlukan untuk membentuk pertahanan tubuh. Bila dikurangi asupannya kemungkinan sembuh menjadi lebih lama.

3. Cacar air tidak boleh makan kecap nanti bekasnya hitam
Mitos ini tidak benar, tidak ada kaitannya antara makan kecap dengan bekas nantinya. Bekas akibat cacar air akan sukar hilang bila bintil-bintil air yang pecah ditumpangi infeksi sekunder oleh kuman.

4. Bintil-bintil airnya dipecahkan agar cepat sembuh
Mitos ini tidak benar, apabila dipecahkan maka lapisan kulit tidak lagi utuh, mudah sekali untuk kuman untuk masuk kedalam kulit yang tidak utuh, bila kuman sudah masuk lalu terjadi infeksi sekunder maka nantinya akan berbekas seperti yang sudah diutarakan di atas.

Demikian uraian tentang cacar air dan mitos yang ada, semoga bermanfaat.

Pos terkait