Menyoal Mutasi Sekdes Sawentar: Warga Menduga Ada Tekanan dan Intervensi

  • Whatsapp
Camat Kanigoro, A'an Ernawanto, saat memberikan keterangan Media, Senin (20/9).

Oleh: Dwi Armanto

Blitar, Amunisinews.co.id –
Protes sejumlah warga menyoal akan di mutasinya Sekertaris Desa (sekdes) Sawentar, Rudiono, nampaknya akan terus berlanjut. Berdasarkan informasi di lapangan,Jumat (17/9) lalu, ada empat orang mendatangi rumah Kepala Desa Sawentar.

Amunisi pun akhirnya berusaha menemuinya. Benar saja, salah satu sumber yang enggan disebut namanya membenarkan jika dirinya sempat menemui kepala desa guna mengklarifikasi kebenaran informasi tentang akan dimutasinya Sekdes (carik).
“Memang saya dengan yang lainya sempat menemui Kepala Desa, bagi saya mengapa Kepala Desa menggeser Sekdes, apalagi kedudukan sekdes akan digantikan oleh Kaur Keuangan. itulah yang membuat kita tidak setuju.” jelas sumber.

“Terus terang saya menduga timbulnya persoalan ini karena adanya tekanan dan intervensi dari pihak lain”. Imbuhnya.

Disinggung mengenai sosok pengganti Sekdes, sumber mengatakan bahwa mereka adalah rivalnya Kades saat pencalonan Kepala Desa. “Dia itu sainganya Pak Kades saat pencalonan Kepala Desa, terus suaminya adalah Ketua BPD yang Juga mantan anggota DPRD.”jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Sawentar, Mujianto, di ruang kerjanya membenarkan adanya rencana mutasi perangkat. Menurutnya mutasi adalah hal yang biasa dilakukan sebagai penyegaran di tubuh Pemerintahan.”iya, kita memang akan melakukan beberapa pergeseran posisi perangkat Desa.ini kita lakukan sebagai upaya penyegaran.kita berharap masyarakat tidak perlu khawatir,mutasi ini saya lakukan dengan penuh tanggung jawab dan tentu saja mengacu pada aturan yang ada.”jelas laki- laki Purnawirawan Polri ini.

Lebih lanjut, Kepala Desa menyebut memang ada sejumlah warga yang mendatanginya,”ada beberapa warga yang menemui saya,mereka menanyakan seputar rencana mutasi yang akan saya lakukan,memang mereka nampak keberatan dengan di gesernya sekdes,sayapun berusaha memberikan penjelasan kepada mereka.”urainya

Masih menurut Mujianto,ada beberapa poin untuk di ketahui warga, mengenai fungsi di lakukanya mutasi.Pertama, Penyegaran di tubuh Pemerintahan Desa. Kedua, pengisian jabatan kamituwo yang kosong karena pensiun beberapa waktu yang lalu.

Ketiga,sebagai pelaksanaan tugas di desa.Keempat,tupoksi perangkat Desa dapat di laksanakan dengan baik sesuai Susunan Organisasi Tata Kerja ( SOTK). Dan kelima agar pelayanan masyarakat lebih baik.
Sementara,di singgung mengenai adanya intervensi dan tekanan dari pihak tertentu yang di lontarkan oleh sejumlah warga, Mujianto menampik hal tersebut. “Itu tidak benar, tidak ada intervensi apalagi yang menekan kami.tugas yang kami emban adalah amanah, untuk itu kami siap kinerja kami di awasi warga.Tujuan kami adalah agar Pemerintahan Desa kami lebih baik kedepanya.” Pungkas Mujianto.
Selanjutnya,

Amunisinews.co.id menemui Sekertaris Desa, Rudiono di kediamanya. Kesan santai mewarnai penampilanya. Rudiono yang akrab disaps Carik On ini, mengatakan jika dirinya siap jika harus dimutasi.

“Mengenai mutasi terhadap saya, jika itu benar terjadi tentu saya siap, biar bagaimanapun saya kan bawahan.” ungkap carik On sambil tersenyum.

Mengenai isu yang berkembang yaitu akan adanya unjuk rasa atau protes yang di lakukan simpatisannya, Carik On mengaku tidak mengetahui.”Soal isu protes,saya gak tau mas,dan jika itu terjadi,saya tidak menyuruh dan gak bisa melarang,karena itu hak mereka.” terangnya.

Terpisah,di konfirmasi perihal pemberhentian Sekdes sawentar,Camat Kanigoro,A’an Ernawanto mengatakan,Kepala Desa dalam melaksanakan kinerja memiliki kewenangan untuk memberhentikan perangkat dari jabatannya sebagaimana tertuang dalam Permendagri.

“Kepala Desa memiliki kewenangan dalam mengangkat dan memberhentikan perangkatnya.itu tertuang dalam Permendagri Nomor 67 tahun 2017. Namun,di dalam kehendaknya memberhentikan Perangkat,pada dasarnya harus tetap mempertimbangkan segala sesuatunya secara baik.karena hal tersebut berkaitan dengan tanggung jawab yang tentu saja konsekuensi yang timbul nantinya harus di terima. Kita berharap hendaknya semua bisa di komunikasikan dengan baik.Baik itu di internal Pemerintahan Desa maupun kepada warga yang selama ini meminta kejelasan.” urai A’an.

Dalam hal rekomendasi, Camat mengatakan jika pihaknya belum memberikan.” Hingga hari ini saya masih belum memberi rekomendasi,sebab belum ada alasan tertulis dari Kepala Desa Sawentar ke Saya,” pungkas A’an.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *