Mikron Antariksa, Akui BPBD Kota Kurang Anggaran Kegiatan Pelatihan dan Simulasi.

  • Whatsapp

IMG-20170816-WA0037

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM– Banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang menjadi Pekerjaan Rumah tersendiri bagi Mikron Antariksa selaku pimpinan diareal SKP tersebut.

Hal ini terbukti kurangnya anggaran dalam melakukan semua kegiatan pelatihan serta simulasi dalam penanggulangan bencana alam.

Dalam kesempatan ini, Selasa (14/08/17) didepan para awak media Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa menjelaskan secara rinci anggaran yang ada di BPBD kota untuk saat ini terlalu minim sekali. Sementara kapasitas SDM sudah terbilang melebihi kouta yang ada.

“Untuk tahun anggaran yang dikeluarkan Pemda Kota Pangkalpinang dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 3,8 milyar, yang mana Rp3,4 milyar sudah diperuntukan untuk biaya pembayaran gaji honorer para pegawai pertahun. Sementara dari sekitar sisanya kurang dari Rp400 juta dibebankan untuk keperluan ATK dan biaya operasional kantor,” terang Mantan Dinsos Kota Pangkalpinang.

Dia melanjutkan, yang mana semestianya di BPBD harus memiliki standarisasi program pelatihan. Yang mana berguna untuk meningkatkan skil dan ketrampilan demi menunjang penanganan super cepat bencana alam yang sering terjadi di Babel khususnya di Ibu Kota Pangkalpinang.

” Untuk peningkatan skill,keterampilan, dan kemampuan angota BPBD semestinya minimal delapan kali dalam melakukan kegiatan pelatihan dan dua kalibkegiatan simulasi dan dibutuhkan perlengkapan seperti alat bantu dasar, baik perlengkapan tenda,perahu karet, dan pelampung. Semuanya harus sesuai dengan prosedur standarisasi,” terang Mikron.

Dalam kondisi saat ini, dengan garis besar Mikron menegaskan akan mencari tenaga profesional yang berkualitas yang mempunyai kesiagaan,cepat dan tanggap dalam kepekaan menghadapi penanggulangan bencana alam yang terjadi.

” Seleksi alam akan terjadi sendirinya, yang kurang peka,cekatan, gak cepat tanggap akan tersingkir tersendirinya, seleksi alamlah yang akan berlaku,” sindirnya (mn/man).

Pos terkait