Oknum Staf Kejari Bekasi Kelarfikasi Pemberitaan, Mengenai Pemerasan Kepada Terdakwa Narkoba

  • Whatsapp

asep-perkara

BEKASI, AMUNISINEWS.COM – Terkait pemberitaan dugaan pemerasan terhadap terdakwa kasus narkoba, sebesar Rp40 juta yang menyeret-nyeret nama Asep Saripudin, salah satu staf Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bekasi Kota,  langsung dibantah pegawai berseragam coklat-coklat ini.

“Saya belum pernah namanya meminta uang kepada keluarga terdakwa narkoba yang saya tangani, boleh tanya saja dengan keluarganya, ini ada keluarganya, istri dan saudaranya, tanya saja,” kata Asep kepada Amunisi di depan kantor Kejaksaan Negeri Bekasi bersama istri terdakwa,Selasa (29/11/2016).

Ditulis oleh IM dan online, mengenai pemerasan sebesar Rp40 juta terhadap terdakwa yang tersandung khasus narkoba, yang telah diringkus Polsek Bekasi Selatan beberapa waktu lalu (6/11/2016).

Hal itu telah di bantah oleh salah satu oknum staf Pisus Kejaksaan Negeri Bekasi Kota, Asep Saripudin.

“Saya belum pernah namanya meminta uang kepada keluarga terdakwa narkoba yang saya tangani, boleh tanya saja dengan keluarganya, ini ada keluarganya, istri dan saudaranya, tanya saja,” kata Asep kepada amunisi di depan kantor Kejaksaan Negeri Bekasi bersama istri terdakwa.

Oknum staf AS telah diduga memeras keluarga korban untuk memberikan uang sebesar Rp 40 juta dan Rp10 juta dengan jumlah Rp50 juta. “Kaga ada itu,” ujar Asep.

Asep pun membeberkan dengan adanya pemberitaan yang di muat di media IM dan Online yang memang di duga oknum inisial AS telah memeras terdakwa pengedar narkoba yang di akui bahwa AS telah menerima uang senilai Rp40 juta rupiah.

“Memang saya mengakui uang Rp40 juta saya terima itu pun sengaja saya katakan kepada wartawan saat ia (wartawan) konfirmasi kepada saya,” paparnya.

Ia pun ingin tahu sumbernya dari mana, dan sumber itu pun tidak dibuka dengan wartawan. Yang di karenakan narasumber berhak untuk dilindungi sesuai  undang – undang yang berlaku.

“Saya ingin tahu sumber darimana yang di dapat jangan katanya harus jelas siapa, memang saya akui bahwa naraaumber berhak di lindunginya yang memang sudah di atur dengan undang-undang yang berlaku,” ungkap Asep.

Selain itu istri terdakwa Ahmad alias Madun pengedar narkoba telah didampingi dengan Setio Budi Santoso (36) abang ipar dari suaminya, untuk memberikan penjelasan adanya dugaan pemerasan dari oknum staf Pasus Kejaksaan Negeri Bekasi.

Fiqi Elfi Sany (30) istri terdakwa pengedar narkoba, membuat surat pernyataan bertulis tangan, ia menjelaskan kronologis dugaan pemerasan yang diberitakan di media IM dan Online tidak benar.

Surat Pernyataan
“Kasus yang menimpa suami saya Ahmad alias Madun sebagai pengedar narkoba yang tertangkap di rumah pada tanggal 06 September 2016 oleh Polsek Bekasi Selatan. Saya menerangkan bahwa tidak ada penerasan yang dilakukan oleh pegawai Kejaksaan Negeri Bekasu yang bernama Asep.

” Saya hanya datang kerumah bang Asep hanya untuk meminta penjelasan, bagaimana nanti jalan hukumnya/seperti apa nanti hukuman suami saya (Ahmad). Disini saya juga beserta bang ipar, saya juga, bang Asep tidak membicarakan hal lain, selain suami saya (Ahmad),’ katanya.

“Itu semua bohong dan tidak ada sama sekali. Sekali lagi saya menyatakan bahwa tidak ada unsur pemerasan yang di lakukan oleh As terhadap saya dalam kasus suami saya (Ahmad),” ungkapnya dalam isi surat yang dibuat oleh istri terdakwa di dekat Kejaksaan Negeri Bekasi Kota waktu itu.* Cas/Sms

 

Pos terkait