Orangtua Delvin Berharap Bantuan Pemerintah RI Terkait Pembiayaan Pasca Operasi

  • Whatsapp
IMG-20170426-WA0034
Delvin

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-
Pada Sabtu (22/04/2017) pukul 08.00 pagi waktu Malaysia, adalah saat-saat yang menegangkan bagi kedua orang tua Delvin.

Terutama bagi Novi (25), Ibunda Delvin yang saat itu berada di Rumah Sakit Gleneagles, Kualalumpur, Malaysia.

Novi terus menunggu hasil dari operasi buah hatinya Delvin bayi berumur dua bulan akibat kebocoran pada katup jantung.

Operasi yang telah ditunggu-tunggu oleh orang tua Delvin dan para donatur, ditangani pihak dokter Rumah Sakit Gleneagles, berjalan selama empat jam dengan lancar.

“Kondisi Delvin saat ini lebih baik, alat bantu pernapasan telah dicopot walaupun masih terpasang selang untuk melancarkan aliran darah,” ujar Novi sembari terisak-isak saat dihubungi wartawan via telepon (26/04).

Kondisi Delvin yang sempat mengkhawatirkan ditambah keadaan ekonomi orang tua Delvin yang pas-pasan, memunculkan ide dari sekelompok orang yang mengatasnamakan peduli Delvin menggalang donasi untuk Delvin.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp200 juta lebih, namun permasalahan seakan masih saja belum berakhir.

Bagaimana tidak, pasca operasi penanganan lanjutan yang masih harus dijalani Delvin tentunya membutuhkan biaya ekstra.

“Saat ini kami terus ditanyai oleh bagian kasir agar melunasi pembiayaan selama 10 hari di sini, mencapai Rp 70 juta lebih,” ujar Novi.

Orangtua Delvin mengaku kebingungan bagaimana mencari biaya tambahan lagi, sedangkan Delvin diperkirakan masih akan tetap dirawat di rumah sakit tersebut sampai waktu yang belum bisa dipastikan.

Bahkan pihak kasir rumah sakit menegaskan, jika tidak segera dilunasi maka penanganan lanjutan terhadap Delvin akan dihentikan.

“Saya telah berbicara kepada dokter agar dipindahkan ke ruangan yang lebih murah, tapi dokter tetap menyarankan agar berada di ruang ICU, saya berharap bantuan Tuhan, teman-teman dan Pemeritahan Indonesia juga agar peduli kesusahan kami,” ujar Novi penuh harap.

Sementara itu di tempat terpisah saat dihubungi kembali oleh wartawan, Elly salah satu penggalang donasi untuk Delvin menjelaskan bahwa orang tua Delvin telah menghubungi dia terkait kekurangan pembiayaan untuk Delvin.

“Saya dan teman-teman akan perjuangankan hingga tuntas untuk kesehatan Delvin, semua hasil penggalangan dan pengeluaran selama di Rumah Sakit Singkawang hingga berada di Malaysia bisa dilihat di Facebook saya, saya upload dan rincikan semua,” ujar Elly.

Terkait permasalahan Delvin, wartawan mendapatkan informasi ketika Delvin berada di rumah sakit setempat di Kota Singkawang.

Pihak RS sempat dihubungi oleh Tjhai Chui Mie yang juga Walikota terpilih Kota Singkawang terkait kondisi Delvin kala itu.

Sayangnya sampai saat ini Delvin belum mendapatkan perhatian pemerintah setempat.
Saat dikonfirmasi via whatsapp Tjhai Chui Mie justru tidak menggubris terkait berita kondisi Delvin yang memerlukan uluran tangan.

Demikian juga salah satu anggota dewan Kabupaten Sambas, saat diberitahu kondisi Delvin yang memang orang tuanya berasal dari Tebas, Sambas, malah seolah-olah melemparkan permasalahan ini kepada Pemerintah Kota Singkawang, karena beranggapan orang tua Delvin berasal dari Singkawang.

Peranan Pemerintah yang seharusnya sensitif terhadap permasalahan warganya justru terkesan diam membisu. (Bobon Santoso)

Pos terkait