Ortizan Salosa dan Roni Wabia akan Bawa Api Abadi Pon Papua dari Sorong ke Jayapura

  • Whatsapp
Ortizan Solossa

Oleh: Dedy

Sorong, amunisinews.c0,id -Dua pemain legenda sepak bola asal Papua didaulat sebagai pembawa api abadi PON XX dari Pendopo rumah dinas Bupati Sorong pada Senin (27/9/2021). Keduanya adalah  Ortizan Bertilone Nusye Solossa dan Ronny Wabia.

Ortizan adalah mantan pemain sepak bola asal Papua Barat tepatnya di Kota Sorong.  Ortizan lahir di keluarga terhormat di tanah kelahirannya. Pamannya, Jaap Solossa adalah mantan Gubernur  Papua. Saudaranya, Boaz dan Nehemia Solossa juga seorang pesepak bola.

Merintis karier sepak bola dari tim amatir di Kota Sorong, Ortizan muda mampu mencapai puncak prestasi dalam bidang olahraga sepak bola di tanah air.

Nama Ortizan pun sempat mengharumkan Indonesia bersama timnas indonesia meraih prestasi dan sangat beruntung memiliki Ortizan kala itu. ASN yang kini bertugas pada Dispora Provinsi Papua itu bahkan kini melatih SSB anak usia dini.

Sedangkan nama Ronny Wabia, pria kelahiran 23 Juni 1970 adalah pemain sepak bola Indonesia yang pernah bermain di klub persipura jaya pura dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia juga beruntung memiliki seorang pemain sehebat Ronny Wabia. Pesepak bola asli Papua yang memiliki spesialis kaki kiri ini namanya sempat bersinar di Piala Asia Uni Emirat Arab 1996 silam.

Kini setelah lama gantung sepatu, sang pemilik tendangan kaki kiri handal ini tengah fokus menggeluti profesinya sebagai karyawan Bank Papua.

Ronny telah mengabdi sebagai karyawan Bank Papua sejak 1997 silam dan saat ini tengah memangku sebuah jabatan di Bank Papua Kabupaten Sarmi.

Ronny merupakan mantan pemain Persipura Jayapura di medio 1995 hingga awal 2000-an. Meski tak pernah membawa tim mutiara hitam merebut gelar juara liga, namun nama Ronny Wabia tetap dikenang sebagai salah satu legenda terbaik yang pernah ada dalam sejarah Persipura, bahkan di persepakbolaan Indonesia.

Pasalnya, Ronny Wabia menjadi salah satu pesepak bola di Indonesia yang memiliki spesialis kaki kiri dengan kemampuan di atas rata-rata.

Jauh sebelum nama Boaz Solossa dikenal sebagai pemilik tendangan kaki kiri yang handal, nama Ronny Wabia lebih dulu dikenal dengan tendangan keras kaki kirinya. Eks gelandang Persipura ini bahkan beberapa kali mencetak gol indah lewat kaki kirinya.

Yang masih terngiang jelas dalam ingatan publik yakni saat dirinya mencetak gol indah lewat tendangan sudut ke Gawang Korea Selatan saat fase grup Piala Asia 1996 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

 

Selain itu, pria yang dulu identik dengan nomor punggung 12 semasa menjadi penggawa Persipura ini sempat mencetak sebuah gol spektakuler dari luar kotak penalti di ajang yang sama saat menghadapi Kuwait. Ia juga yang memberikan assist bagi Widodo Cahyono Putro saat mencetak gol salto ke Gawang Kuwait.

Ortizan Bertilone Nusye Solossa mengaku bangga dan terharu sebagai mantan atlet pesepak bola nasional asal Papua Barat sekaligus menjadi tanggung jawab penuh untuk menyukseskan PON XX di tanah Papua. Apalagi sebuah kehormatan dia dan seniornya Ronny Wabia didapuk sebagai pembawa api abadi PON XX di tanah kelahirannya, Sorong, Papua Barat.

“Tentunya kalau saya sebagai mantan atlet yang pernah terlibat pada dua kali pesta pekan olahraga nasional Indonesia, yah saat ditunjuk, diminta kesediaan, saya nyatakan siap dan bersedia untuk melaksanakan tugas ini, saya merasa bangga karena ini merupakan momen yang langka bisa membawa api abadi PON XX pertama kali dari kabupaten Sorong,” kata Ortizan Bertilone Nusye Solossa saat berbincang-bincang, Minggu (26/9/2021).

“Apalagi api abadi ini dari Sorong, satu kebanggaan buat saya secara pribadi juga, karena saya mengawali karir saya di dunia sepakbola hingga mencapai puncak, semua berawal dari Sorong. Hal utama, api abadi PON XX adalah kobaran semangat api kesuksesan PON XX dan harga diri orang Papua” katanya.

Rencananya, api abadi PON XX akan mulai di arak dari Kabupaten Sorong pada hari Senin (27/9/2021) dimana api abadi PON tersebut akan diambil dari kediaman rumah dinas bupati Sorong yang telah di inapkan selama dua hari dan sebelumnya api abadi PON XX diambil dari sumber api abadi PLTMG PT Pertamina, di distrik Klamono, kabupaten Sorong.

Ortizan Solossa dan Ronny Wabia akan membawa api Abadi tersebut dan kemudian akan diserahkan kepada Panitia Besar PON XX bidang upacara dimana Ortizan Solossa dan Ronny Wabia mewakili Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya Pihak PB PON akan membawa api Abadi tersebut menuju kabupaten Biak, Timika, Merauke, kabupaten Jayapura dan terakhir ke kota Jayapura. Api abadi PON XX akan dinyalakan saat momen pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *