Pagai Selatan Mentawai dalam Satu pekan 9 Kali Diguncang Gempa

  • Whatsapp

Oleh, Red

PADANG, AMUNISINEWS.CO.ID. – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis dalam satu hari ini ada sebanyak empat kali terjadi gempa dengan Magnitudo 5 sejak subuh (19/10)

Sementara ini, Pulau Pagai Selatan ada sembilan kali terjadi gempa. dan sejak subuh sampai pukul 15.49 WIB sudah lima kali terjadi gempa, gempa pertama terjadi pada pukul 05.38 WIB dengan Magnitudo 5.1, Lokasi 3.33 Lintang Selatan, 100.25 Bujur Timur atau 38 kilometer Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat dengan kedalaman 10 Kilometer.

Kemudian, pukul 14.31 WIB Pulau Pagai Selatan kembali diguncang gempa dengan Magnitudo 5.8, lokasi 3.31 Lintang Selatan,100.32 Bujur Timur 33 kilometer Barat Daya Pulau Pagai Selatan dengan kedalaman 14 kilometer.  Lalu, 16 menit kemudian disusul gempa Magnitudo 5.7, pada pukul 14.47 WIB, dengan lokasi 3.31 Lintang Selatan, 100.40 Bujur Timur atau 32 kilometer tenggara Pulau Pagai Selatan dengan kedalaman 12 kilometer.

Pada pukul 15.14 WIB gempa kembali mengguncang Pagai Selatan dengan Magnitudo 5.0, berlokasi 3.34 Lintang Selatan, 100.37 Bujur Timur dengan jarak 36 kilometer Barat Daya Pulau Pagai Selatan dengan kedalaman 19 kilometer.

Gempa secara beruntun telah dirasakan seorang warga, Torisanna di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia katakan, durasi gempa lumayan lama. Sebelumnya, ia tak mengetahui gempa terjadi, namun karena goncangannya lama, ia memutuskan keluar rumah.

“Memang gempanya tidak terlalu kuat namun goncangannya lama dan berulang-ulang dan ada lagi dan tetap berlanjut, warga beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada,” ijarnya.

Jan Winnen Sipayung, warga Kecamatan Sikakap menyebutkan getaran gempa awalnya lambat kemudian kencang.
“Sekarang saya sudah berada di luar rumah, gempa dirasakan sekitar 5 detik, gempa kali ini berayun awalnya lambat dan lama kelamaan baru kencang,”kata

Lanjut Jan Winnen, sejak Kamis 14 Oktober 2020 sampai 19 Oktober 2020 sudah tiga kali terasa gempa. Tapi gempa sekarang lebih kecil dibanding gempa yang terjadi jam 01.00 dini hari, gempa langsung kencang.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam rilisnya menjelaskan jenis dan mekanisme gempa bumi yang terjadi di Pulau Pagai Selatan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring gempa bumi,” terangnya.

Sejak Kamis 10 – 19 Oktober 2020 pukul 14.47.22 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 9 kali aktivitas gempa bumi dengan magnitudo di atas magnitude 5,0 di Pagai selatan. “Zona ini sedang aktif dalam satu minggu terakhir, tetap waspada dan siaga semoga tidak ada gempa yang lebih besar,” tuturnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *