Parpol Tak Mereformasi Diri akan Ditinggal Pemlihnya

  • Whatsapp

paulus suminmo- nasional-3

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bekerja sesuai misi Undang-undang.  KPK membuka juga korupsi di Senayan yang diduga melibatkan  legislatif, melibatkan demikian banyak kader-kader partai. Inilah yang membuat gelisah kader partai dan membuat Senayan melakukan berbagai cara.

“Jika ada kelemahan KPK atau UU KPK itulah medan untuk mengotak atik KPK agar dapat dicapai tujuan diatas,” tandas Paulus Sumino, mantan Anggota DPD RI Periode 2009-2014 kepada jurnalis melalui keterangan tertulis (30/4/17).

Saat ini, katanya,  masih demikian banyak tersembunyi masalah yang jika terbuka membahayakan nama baik kader kader partai.

lebih lanjut, ditegaskan  walaupun pimpinan KPK. dikriminaisasi demi menjatuhkan kridibilitas KPK tetapi kepercayaan dan harapan anak bangsa kepada KPK terus meningkat sehingga dukungan pada KPK terus betambah kuat.

“Jika KPK dikerjain terus oleh Senayan rakyat semakin tak percaya pada Senayan. Bisa jadi timbul niat membubarkan parlemen. Diganti parlemen jalanan. Sejarah pembubaran parlemen ini sudah ada dalam sejarah Indonesia.  Saat ini parpol diuji jika parpol berani merecall kader-kader yang selalu membuat masalah kontra produktif bagi bagsa. Maka parpol itu akan dimenangkan dalam pemilu,” katanya.

Sayangnya  banyak kader-kader yang di Senayan dominan memagang kebijakan partai, maka sangat sulit posisi parpol untuk melakukan pembaharuan dalam dirinya.

“Situasi kondisi lingkungan central politik Indonesia harus direformasi oleh kekuatan kader – kader yang memiliki idialisme dalam Parpol. Jika ada Parpol yang berani melakukan gerakan reformasi mental dalam Partai dan Senayan,  maka ia akan menang dalam Pemilu 2019,” tandasnya..

Sebaliknya, jika parpol tidak melakukan reformasi mental dalm lingkungan elit politiknya,  para pendukung akan apatis. Ini  akan menambah prosentasi,Golput. “

“Dan sekaligus menambah jumlah masa yang dapat dijadikan transaksi oleh agen-agen massa untuk bertransaksi, karena massa ini tidak lagi punya keyakinan politik tidak percaya pada partai.Maka menjadi potensi pragmatis dan dapat dijual belikan oleh agen-agen demokrasi,” ujarnya. (bud )

 

Pos terkait