Pasangan Muda Mudi Tak Berkutik, Ditangkap Petugas BNN Kota Surabaya Saat Pesta Sabu di Kamar Kost

  • Whatsapp

Oleh: Irman

SURABAYA-AMUNISINEWS.CO.ID-Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya, meringkus 4 (empat) orang pemuda pemudi saat asik pesta sabu disebuah kamar kos di Jalan Putat Jaya C Timur IV Surabaya.

Keempat nya kini sudah diamankan di kantor BNN kota surabaya, pengungkapan ini bermula. Adanya informasi dari masyarakat, bahwa dilokasi tersebut sering dipakai pesta sabu.

Anggota pun menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, saat tiba di lokasi. Anggota meringkus dua pasangan muda mudi, keduanya adalah pasangan kekasih.

Kedua pasangan yang diringkus yakni, Friska, (24) warga Jalan Kalimas Baru III indekos di Jalan Putat Jaya C Timur IV, dan Rahmat, (23) alias Emon warga Jalan Dukuh Kupang XIX, Surabaya.

“Barang bukti yang diamankan satu poket sabu 0, 41 gram dan dua buah Hanphone,” kata AKBP Kartono, kepala BNN surabaya.

Kemudian anggota melakukan pengembangan, dan kembali mengamankan dua orang lainnya diduga sebagai pengedar.

“Yang kita amankan, Andre, alias Bajol, (34) warga Jalan Simo Tambaan Sekolahan III, Surabaya dan kurir Beni alias Bendot warga Jalan Dukuh Kupang XIX, Surabaya,” jelasnya.

Tersangka Beni, sendiri diamankan di rumahnya. Sedangkan Andre, diamankan di pasar Dukuh Kupang, Surabaya.

“Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti dua poket sabu berat 2,97 gram, satu unit motor Honda Vario warna hitam Nopol L 4381 ZD, dan dua buah HP,” terang dia.

Lebih jauh dijelaskan, pengungkapkan dari empat tersangka yang ditangkap, dua tersangka merupakan residivis kasus serupa. Mereka, Friska dan Beni. Friska sebelumnya pernah ditahan atas kasus penggunaan sabu. Sedangkan Beni menjadi kurir sabu.

“Yang dua baru pertama kali tertangkap,” tegas dia.

Tersangka Friska mengaku nekat mengonsumsi sabu untuk menambah stamina. Ia sehari-hari bekerja sebagai pemandu lagu karaoke di kawasan Tidar, Surabaya.

“Kedua kalinya saya tertangkap. Pertama kena vonis 1, 5 tahun keluar tahun 2019,” ucap Friska sambil menunduk.

Sementara tersangka Andre mengaku menjual sabu baru-baru ini. Setiap satu gramnya sabu dijual dengan harga Rp 1, 1 juta. “Kadang saya pecah menjadi beberapa poket untuk dijual kembali. Kalau beli satu gram Rp 1, 1 juta,” kata Andre lirih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *