Pasca Dipimpin Darwin, Perubahan Drastis Tampak di SDN Cihuni 1

Oleh: Edy Tanjung

Kab Tangerang — Meski baru menjabat kepala SDN Cihuni 1 Kelapadua Kabupaten Tangerang, Darwin ingin melakukan perubahan drastis di sekolah yang dipimpinnya. Maklumlah di tempatnya berdinas dapat julukan sekolah percontohan, jadi harus sangat diperhatikan. Ya, di dekat lokasi sekolah itu kini berdiri salah satu sekolah mewah dan tampak siap bersaing dalam bidang pendidikan.

“Seiring murid kami yang sedikit karena kini wilayah Desa Curugsangereng menjadi kawasan hunian dan perkantoran modern, kita pun harus mengikuti kemajuan di sekitar sini, tentunya sekolah ini harus selalu kelihatan rapi dan menarik,” kata kepala sekolah (Kepsek) Darwin, Jumat (10/12/2021).

Disebutkannya, meski siswa SDN Cihuni 1 hanya memiliki 200 siswa dengan 7 orang guru, dirinya tak gentar melakukan terobosan. Terangnya, hanya ada dua orang tenaga pendidik yang berstatus sebagai pegawai negeri. Dengan keterbatasan itulah Darwin bertekat dan melakukan percepatan dalam mengelola sekolah agar bisa menjadi yang terbaik.

Maka, tak heran dirinya datang ke sekolah lebih awal dan pulang paling terakhir. Setiap ada yang rusak di sekolah buru-buru diperbaikinya. Dengan keterbatasan dana, atap seng baja ringan yang diterbangkan angin diperbaiki sendiri agar tidak merembet. Begitu juga mebeler kursi yang rusak diperbaiki lagi agar bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan kursi.

“Sejak bertugas bulan-bulan lalu, saya harus giat melakukan pembenahan. Seperti untuk mengatasi debu yang berasal dari jalan di depan sekolah. Untuk mengatasinya, hal ini saya sampaikan kepada para wali murid. Hasilnya, mendapatkan sumbangan tanaman, diantaranya pucuk harum yang berguna mengurangi debu dari jalanan,” sambungnya.

Lebih jauh diceritakannya, Darwin bersama dewan guru menyampaikan kepada para murid untuk memberi nama masing-masing murid yang menanam bunga. Tak cuma itu, kembang itu setiap hari disirami dan dirawat serta dicatat perkembangannya setiap bulan.

“Dengan kecintaan murid pada bunga yang ditanamnya ini, serta adanya kolam ikan lele sumbangan yang dibudidayakan di sekolah, dapat menumbuhkan kesadaran para murid untuk mencintai lingkungan hijau, asri dan produktif. Saat mereka, siswa-siswi terutama kelas enam yang sebentar lagi lulus, bunga yang ditanamnya semoga dapat menjadi kenangan-kenangannya di sekolah ini, sekaligus mempromosikannya agar murid kami bertambah,” ujar Darwin lagi.

Dengan semangat diceritakannya, dalam waktu yang singkat SDN Cihuni 1 sudah mengalami perubahan menjadi sekolah yang berkonsep peduli lingkungan. Dan disyukurinya menjadi sekolah yang menumbuhkan kepedulian lingkungan. Ketika got di depan sekolah mampet, secara bergotong-royong tak sungkan-sungkan warga sekolah untuk membenahinya.

“Kami berharap saluran air yang buntu, karena pekerjaan yang besar akan mendapatkan solusi. Karena kalau hujan agak lama, air menggenangi halaman sekolah sampai ke mata kaki. Penyebabnya, posisi lahan sekolah berada di bawah pemukaan jalan. Hal ini pun sudah saya sampaikan kepada RT disini agar mendapatkan solusi,” lanjut Darwin.

Kembali untuk lingkungan sekolah agar tampak asri, terangnya lagi, meskipun dana BOS (biaya operasional sekolah) yang diterima SDN Cihuni 1 terbatas, ia terus mencari solusi dalam melakukan pembenahan. Diajaknya wali murid berpartisipasi, misalnya pagar tanaman agar terlihat rapi untuk membawa kayu yang dijadikan sebagai bahan pembuatan pagar.

“Oh ya supaya sekolah menyenangkan, secara bersama-sama kami lakukan tambahan pernak-pernik agar terlihat enak dan bisa untuk dipakai berfoto selfie. Seperti ini (menunjuk payung warna-warni yang terkembang di salah satu sisi halaman sekolah). Payung-payung ini berfungsi membuat teduh saat panas dan melindungi curahan air ketika hujan bagi guru yang dari kantor datang ke kelas untuk memgajar,” tuntasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.