Pedagang Ikan Butuh Bantuan Modal Dari Pemerintah

Oleh : Dedi

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Pedagang ikan dipasar Payak Kumang, Kabupaten Ketapang yang biasa berjualan pada sore hari mengeluh dengan minimnya modal dan berharap ada bantuan dari Pemerintah daerah atau provinsi. Kamis (2402/2022).

Herman, salah satu pedagang ikan yang sudah berjualan selama 7 tahun, yang sebelumnya menjadi buruh menuturkan bahwa usaha jualannya tersebut mengambil dari agen penampung ikan di pelelangan, dengan cara berhutang.

Bacaan Lainnya

“Ikan yang kami ambil ini hanya bermodalkan kepercayaan dari agen ikan di tempat pelelangan dan harganya cukup tinggi. Dengan harga yang tidak stabil ini, kami mau gimana lagi demi menghidupi keluarga kami,” keluh Herman.

Herman juga mengatakan bahwa bahwa ikan yang dijualnya kadang habis kadang juga tidak laku dan terpaksa dibekukan untuk dijual keesokan harinya. “Seperti inilah kami, terkadang ikannya laku habis, terkadang tidak laku lalu kami bekukan dan dijual esok hari. Penyebab tidak lakunya ikan, karna harga modalnya cukup tinggi dan tidak terjangkau konsumen,” terang Herman.

Herman juga pernah meminjam uang kepada rentenir melalui koperasi dengan bunga yang cukup tinggi. Meminjam satu juta limaratus dibayar setiap harinya enam puluh ribu selama satu bulan dan setelah itu habis lalu pinjam lagi untuk menutupi kekurangan kebutuhan keluarga. Herman meminta kepada pemerintah pusat melalui kementrian terkait dapat membantu permodalan.

“Kami selaku masyarakat akan lebih baik, apabila dapat bantuan permodalan dari pemerintah pusat maupun daerah provinsi dan kabupaten. Saya berharap pemerintah agar dapat memperhatikan keluhan kami dalam menghidupi perekonomian keluarga dan anak kami,” tutur Herman.

Sementara pedagang lainnya, bernama Rojak (40 th) warga Desa Suka Bangun mengaku sudah lebih dari 20 tahun berdagang mengatakan dengan keadaan perekonomian saat ini, agak sulit ditambah lagi sejak adanya pandemi covid-19, hasil dagangan menurun dengan drastis.

“Sebelum pandemi, kami bisa menghasilkan rata-rata dua ratus ribu rupiah setuap harinya, tapi sejak ada pandemi semua pedagang lumpuh total selama pandemi cofid-19. Sekarang memang sudah mulai beransur pulih seperti biasa dan mudah-mudahan saja pandemi cepat berakhir,” tutur Rojak.

Hal senada juga dikeluhkan Rojak terkait harga modal beli ikan yang sangat tinggi untuk dijual kembali pada konsumen.

“Untuk dapat harga modal beli ikan supaya bisa terjangkau konsumen sangat sulit kami dapatkan, karena kami tidak mempunyai modal uang tunai. Kami hanya menggantungkan nasib kepada penampung ikan di pelelangan, terkadang mau ambil ikan yang lebih bagus, yang mudah laku dijual sulit kami dapatkan kalau dibanding dengan bayar tunai. Kami tidak bisa berbuat banyak dan kami tidak pungkiri, selama ini kami menggantungkan nasib kepada pengusaha di pelelangan, guna untuk menafkahi istri dan anak kami. Inilah keluhan kami sebagai pedagang dipasar. Harapan kami pemerintah mau peduli kepada nasib kami selaku pedagang kecil,” ujarnya.

Disisi lain tim Amunisi menemui salah satu pembeli bernama Utin, warga Desa Sukaharja yang setiap hari membeli ikan di pasar Payak Kumang mengatakan bahwa harga ikan cukup tinggi dan mengeluh bingung untuk membagi keuangannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.