Pekerja di Toyota Mengeluh, Gaji Dibayar Tak Sesuai Jam Kerja

  • Whatsapp

FOTO TOYOTA-aJAKARTA, AMUNISI—Pekerja pada perusahaan PT Toyota Motor Manufactoring Indonesia ( TMMI) mengeluh karena merasa gaji yang diterima tak sesuai dengan jam kerja. Pekerja berinisial HS tersebut menduga terjadi manipulasi jam kerja yang merugikannya.

Hal ini diungkap HS, yang mendatangi redaksi Amunisi pada awal Mei 2016 lalu. “Berdasarkan fakta absen kerja (time sheet) yang tercatat setiap bulannya dan ditandatangani  pemberi tugas, . penerima tugas dan  pejabat berwenang sebagai bukti. Misalnya, Time sheet karyawan bulan Juni tercatat 109 jam katagori jam lembur. Tapi dalam pembayaran gaji yang diperhitungkan hanya 86 jam.  Jadi ada selisih 23 jam kerja lembur yang tidak terbayarkan,” jelas karyawan tersebut.

Bukan  hanya itu saja, perhitungan jam kerja dan jam pengupahan lembur juga harus sesuai Undang Undang Tenaga Kerja. Untuk itu Depnaker diminta menelusuri lebih lanjut agar kerugian manipulasi jam kerja terhadap karyawan tidak boleh terjadi.

Saat dikonfirmasi Amunisi pada tanggal 2 Mei 2016, di kantor pusat Toyota Motor Manufacturing Indonesia,  seorang resepsionis di kantor tersebut mengatakan  harus perjanjian dulu dengan yang berkepentingan. Saat itu Teguh Wahyu mau rapat dan Dodi juga sudah izin pulang siang,

Selanjutnya di konfirmasi kembali oleh Amunisi, Senen (16/5) via telp ke Teguh Wahyu, kepala Devisi Sekurity itu mengatakan pihaknya  tidak bisa menerima konfirmasi, kecuali disampaikan dulu topik dan siapa  yang Melapor dan apa yang mau ditanya. “Saya tidak bisa menerima konfirmasi,” jawabnya.

Teguh Wahyu juga tidak bersedia menerima janji untuk dikonfirmasi ulang sehubungan karyawan yang dirugikan dari bagian sekuriti, sepantasnya kepala devisi sekurity mengetahui lebih jauh hal itu. ” Kalau  karyawan yang outsourching silakan tanyakan ke PT. Sigap Prima Astrea.” jelas Teguh Wahyu.

Padahal, menurut pengakuan HS bahwa uang lembur yang tidak dibayarkan sesuai perhitungan surat laporan time sheet hal ini diduga karena adanya pemalsuan yang diduga dilakukan bagian administrasi security head office PT TMMI.

HS memang karyawan PT Sigap Prima Asrtea yang beralamat di Jalan Gaya Motor II No1 Jakarta Utara yang ditempatkan di PT TMMI. “Tapi absen kerja ditandatangani berbagai pihak brewenang di PT TMMI,” katanya.

PT TMMI seharusnya bersedia dikonfirmasi untuk meluruskan persoalan ini, bukannya mengelak dan menolak konfirmasi, karena bukan tidak mungkin dialami karyawan lainnya.

 

. (tim)

 

Pos terkait