Pemanfaatan Cacing Lawar sebagai Bahan Baku Unggulan Formula Pakan Ikan di Maluku .

  • Whatsapp

 

dr-martha-rettobspi-msi
DR Martha

AMUNISINEWS.COM, Malra : Politeknik Perikanan Negeri Tual Maluku Tenggara menggelar Master Plan, program kerja prioritas Nasional percepatan dan perluasan Pembagunan ekonomi Indonesia

Tim Politeknik Perikanan Negeri Tual melaksanakan sosialisasi pembuatan Pellet Lawar sebagai produk hasil Penelitian Prioritas Nasional MP3EI 2014 – 2016 yang bergerak dalam budidaya ikan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Maluku Tenggara hasil penelitian produk Pakan ” Ikan Pellet Lawar ” menjadi salah satu produk Ungulan yang berkualitas dan mengandung nilai protein yang tinggi sehingga lewat hasil penelitian yang berbasis pada budidaya ikan

Hasil penelitian yang di lakukan oleh Tim Investigasi Laboratorium Politeknik Perikanan Negeri Tual sejak tahun 2014 – 2016 telah berhasil mengangkat potensi sumberdaya alam lokal ” yaitu Pakan Ikan Pellet Lawar sebagai produk berkualitas dalam meningkatkan pertumbuhan Ikan Kerapu budidaya

Lewat hasil penelitian dengan jangka waktu selama tiga tahun telah membuahkan hasil  dengan dana sebesar Rp. 150.000.000,- pertahun, tentu menjadi perangsang untuk parah Tim Laboratorium untuk memenuhi target waktu yang diberikan oleh Pemerintah

Selain dukungan moril maupun material yang telah diberikan langsung oleh kementrian Riset, Teknologi dan pendidikan tinggi tentu menjadi motivasi untuk mengangkat setiap potensi sumber daya alam yang ada di Daerah Kabupaten Maluku Tenggara hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti MP3EI Politeknik Perikanan Negeri Tual Dr.Martha.Rettob, S. Pi, M. Si pada saat melakukan sosialisasi di depan masyarakat budidaya Ikan dan masyarakat penangkap Lawar di Maluku Tenggara pekan kemarin

Lebih lanjut disampaikan Rettob “Pakan Ikan Pellet Lawar merupakan salah satu Spesies Endemik yang ada di perairan kabupaten Maluku Tenggara di mana Spesies ini tidak dapat ditemukan di semua perairan dan hanya dapat ditemukan di wilayah pesisir perairan Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara

Spesies ini dengan nama ilmiah Perinereis Cf Cultrifera ( Grube 1840 ), merupakan Spesies oimnivora pada awal tahun 2014, Tim Laboratorium Perikanan Negeri Tual pertama kalinya analisis Nutrisi  yang terkandung didalam Pellet Lawar

Perinereis Cf.Cultrifera merupakan salah satu jenis Cacing Laut kelas Polychaeta dengan motologinya agak kemerahan pada bagian ekor dan kekuningan pada bagian kepala, panjang mencapai 3 cm sampai 5 cm, ciri khas yang berwarna kekuningan ekor dan kemerahan pada bagian kepala tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk melakukan investigasi apa yang terkandung di dalamnya

Salah satu jenis cacing laut ini merupakan jenis Pakan alami dan dapat digunakan untuk budidaya Ikan Kerapu Bebek, hasil ini tentu melalui mekanisme penelitian Tim Laboratorium Perikanan Negeri Tual baek lewat pengujian fisik, kimia maupun biologis lewat hasil penelitian dengan ” produk Pakan Ikan Pellet Lawar ”  populasi dan pertumbuhan pada Ikan Kerapu bebek Cromileptis altivelis dapat meningkat karena memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi lewat mengkonsumsi Pakan Ikan Pellet Lawar. Selain Pakan Ikan Pellet Lawar mengandung nutrisi yang tinggi kadar protein ikan, jelasnya

Ini adalah enam komposisi dalam setiap 100 gram Pakan Ikan Pellet Lawar diantaranya a. Kadar Air 2,63% Kadar Abu, 7,19%, Kadar Lemak 13,53%, Kadar Protein 52,00 %, Kadar Kabohidra 24,65%, dan serat Pellet 2,33%

Cacing laut merupakan salah satu jenis Pakan Alami yang pertama kalinya ditemukan oleh Tim Laboratorium Perikanan Negeri Tual untuk dijadikan sebagai Sumber Protein Tunggal dalam Pakan Buatan bagi budidaya Ikan Kerapu Bebek

Pakan Ikan Pellet Lawar biasanya muncul di atas permukaan Air laut pada bulan – bulan tertentu diantaranya bulan April – Mei, kemudian pada bulan September – Desember sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan ini Tim Investogasi Perikanan Negeri Tual menyebutkan bulan periode Blooming di mana Ikan Pellet Lawar membanjiri pesisir pantai Kei Kecil Timur Maluku Tenggara

Tujuan dari hasil penelitian pada tahun ketiga akan meningkatkan jumlah produksi dan melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi setiap masyarakat untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan Pakan Ikan Pellet Lawar sebagai langkah awal untuk di promosikan lebih luas lagi pada budidaya ikan kerapu bebek

Selain memiliki protein yang tinggi, Pakan Ikan Pellet Lawar ini juga memiliki asam amino yang lebih tinggi diantaranya : 1. Alanine 0,890 mg/g sampel 2. Alpha Amino Butyric acids 0,746 mg/g sampel 3. Valine 0,096 mg/g sampel 4. Beta amino isobutyric acids 2,090 mg/g sampel 5. Threonine 0,088 mg/g sampel 6. Aspartic acids 0,913 mg/g sampel 7. Hydroxyproline 22,015 mg/g sampel 8. Glutamic acids 16,361 mg/g sampel 9. Phenilalanine 0,581 mg/g sampel 10. Alpha – aminoadipic acids 2,254, 11. Ornithine 0.868 mg/g sampel 12. Iysine 0,959 mg/g sampel 13. Histidine 1,209 mg/g sampel 14. Tyrosine 0,993 mg/g sampel 15. Glysine 0,046 mg/g sampel 16. Serine 0,297 mg/g sampel 17. Methionine mg/g sampel

Tujuh belas asam amino tersebut merupakan asam amino Esensial dan non esensial yang artinya as amino yang berada di dalam tubuh maupun yang terdapat dari makanan tambahan Pakan Ikan Pellet Lawar tersebut, sehingga tidak heran bila Pakan Ikan Pellet Lawar memiliki kandungan nutrisi yang paling tinggi bila dibandingkan, ini merupakan hasil penelitian tahap pertama untuk menjadikan Pakan Ikan Pellet Lawar sebagai nutrisi tambahan bagi ikan kerapu bebek. Ujarnya

Produk yang telah di uji kualitasnya dan mampu untuk meningkatkan lajunya pertumbuhan Ikan Kerapu Bebek dan Pakan Ikan Pellet Lawar telah dijadikan sebagai produk Ungulan untuk pertama kalinya di Provinsi Maluku dan hanya dapat di temukan Kei Kecil Timur Maluku Tenggara. Ungkapnya Martha.Rettob • frans.putnar

Pos terkait