Pembangunan Folder MGT Dikritisi Berbagai Lembaga

  • Whatsapp

pembangunan-folder-casban-megapolitan

BEKASI, AMUNISINEWS.COM – Banjir di Perum Mutiara Gading Timur ( MGT) dan Pondok Timur Indah ( PTI ) minggu pada pukul 09.35 wib dan baru surut pada pukul 06.00 wib, sementara hingga Senin (26/9) PTI  masih  tergenang air setinggi betis orang dewasa.

Menurut  warga Rt 01/01 Paimin, banjir semalam air yang naik ke Perum Mutiara Gading Timur pada pukul 21.35 wib dengan ketinggian sekitar 1 meter atau sebatas pinggang orang dewasa naik di permukaan jalan mulai dari pospol Mutiara Gading Timur, dan karena hujan tidak berhenti-berhenti semalam sehingga Folder yang dibuat pada APBD tahun anggaran 2014 silam tidak dapat menampung air yang masuk dari air masyarakat perumahan tersebut.

Terpisah menanggapi persoalan banjir di Perumahan Mutiara Gading Timur Ketua Bidang Anggaran Dan Aset Negara Lembaga Swadaya Masyarakat National Corruption Watch ( Lsm NCW ) Bonggar.M, mengatakan bahwa seharusnya pemerintah kota dan kabupaten bekasi mencari solusi sebelum membangun folder.

Normalisasi terlebih dahulu antara kali kali penghubungnya , antara kali jambe,kali cibeel, kali sasak jarang nah bila sudah menemukan semua  solusi tersebut. antara pemerintah daerah kota dan kabupaten Bekasi, baru perencanaan pembuatan foldernya dan  khususnya dinas bimantara kota bekasi, seharusnya sebelum membuat folder di lokasi tersebut terlebih dahulu di lihat dulu sekitar lokasi, sehingga pembangunan folder tersebut bukan tidak bermanfaat.
Ada manfaatnya sangat sedikit, sehingga pembangunan folder yang berada di lokasi tersebut bagai mana mau menampung air dari luar?

Sementara untuk menampung air dari warga perumahannya saja sudah tak bisa,  di tambah lagi meluapnya air dari Kali Jambe yang melebihi ketinggian airnya dari folder tersebut, sehingga yang seharusnya air dari warga sekitar lokasi folder dapat menampung. Nah ini malah air yang dari kali jambe yang masuk ke folder Mutiara Gading Timur yang melebihi pintu air dari folder tersebut sehingga lagi-lagi masyarakat sekitar lah yang di rugikan. Karena yang terjadi back water (air kembali) bukannya air dari folder keluar malah air yang dari kali jambe yang masuk ke folder tersebut, sehingga meluap ke pemukiman warga sekitar lokasi folder.

“Ini baru satu meter mungkin kedepan bisa bermerek- meter ketinggian air yang masuk ke perumahan warga setempat, dan seharusnya perencanaan harus matang mereka kan kuliah bukan di bawah pohon jambu, tetapi di universitas-universitas ternama jadi jangan main main dengan perencanaan nya,” cetusnya Bonggar.

Dan inilah yang dikhawatirkan selama ini, jadi kritisi-kritisi kami bukan untuk memojokkan dinas ataupun yang termaksud, akan tetapi untuk sekaligus mengingatkan kita semua.

“Jadi kalau saya lihat ini terkesan di paksakan, hanya untuk menghabiskan anggaran supaya terserap semua. Bisa saja ini hanya dijadikan proyek As Bapak Senang ( ABS ),” ungkapnya.

oleh casban

 

Pos terkait