Pembangunan SMPN 27 Diduga Langgar Spek, Pengawasan Kemendikbud Jangan Sampai Lemah

  • Whatsapp
pembangunan-smp-27-megapolitan
Pembangunan Lanjutan Ruang Kelas Belajar (RKB) Tahun Anggaran 2016 APBN (Kemendikbud), Saat Pengecoran Yang Sedang Berjalan Dengan Memakai Cor Manual (redmix).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BEKASI, AMUNISINEWS.COM – Pembangunan penambahan ruang kelas belajar (RKB) lanjutan SMPN 27 Sumur Batu Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat,yang rencananya pembanguanan untuk tiga lantai, dalam tahap pelaksanaannya diduga telah melanggar teknis yang telah menyarap anggaran belanja sebesar RP 1,5 miliar dari anggaran APBN tahun anggaran 2016.

Pasalnya, dalam tahap pelaksanaan pengecoran tiang yang memakai molen manual (redmix) dengan memakai bahan matrial pasir, batu split, dan semen di duga tidak sesuai dengan spesifikasi proses pencampuran bahan materialnya yang di duga sudah melanggar secara teknis.

Hasil pantauan awak media di lokasi campuran bahan matrial untuk tiang yang akan di cor yang seharusnya memakai beton K-250 tetapi pelaksanaannya dengan memakai alat molen (red mix) manual yang tidak diperhatikan slaumpnya terlihat  keenceran dari hasil adukannya di pertanyakan ? .Apa coran tersebut saat uji mutunya dapat K-250.

Hal tersebut juga mendapat tanggapan dari salah satu ketua panitia pelaksana pembangunan sekolah, Endang mengatakan, terkait pembangunan yang bersumber dari dana Kementerian Pendidikan bukan dari APBD Kota Bekasi.

Menurutnya semua pelaksanaan sudah sesuai dengan spek dan teknisnya, bahwa baik pembesian dan bahan material yang di gunkan sudah sesuai semua dengan spe. “Dan ini anggaran Kementerian bukan dana dari APBD Kota Bekasi,” cetusnya kepada awak media di lokasi pembangunan.

Dipertanyakan terkait teknis yang memakai bahan cor manual (redmix) ketua pembangunan yang bertanggung jawab tidak mengerti campuran adukan beton yang sedang di peroses sesuai dengan spesifikasi yang semestinya.

Sementara itu ketua panitia penanggung jawab memanggil pelaksana sekaligus tukang untuk menjelaskan secara teknisnya dengan takeran(spesifikasi) bahan matrial cor manual (redmix) yang sedang di peroses dilokasi kegiatan yang sedang berlangsung.

“Saya sudah uji sebelumnya coran dengan memakai manual itu K-250 bahan yang di campurkan racikannya, semen satu sak pasir 8, dan split 12,” ungkap pelaksana pembangunan yang memakai kemeja indihome.

Dilihat adanya perselisihan pensapat terkait hasil uji slumpnya maka dikhawatirkan akan menyebabkan kualitas dan mutu sehingga akan mengakibatkan buruknya hasil dari pinising gedung itu sendiri.

Sementara yang seharusnya Perbandingan campuran beton berkualitas ready mix beton K-250 yaitu,
semen : 406 kg, pasir : 684 kg, kerikil : 1026 kg, air : 215 liter atau perbandingan semen satu sak, pasir 3,48 box> 3,5 box, split 2,88box> 3 box, air 5,5 ember, yang di kutif dari berbagai ahli beton.

Yang sangat disayangkan dan sangat dikawatirkan, mengingat beberapa waktu tahun lalu 2014 banyaknya bangunan ruang kelas belajar (RKB) yang baru saja di kerjakan sudah ambruk yang di kernakan bahan matrial yang seharusnya standar SNI telah di simpangkan dari RAB maupun spek.

Untuk itu pengawas dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) supaya lebih teliti dan jeli lagi di dalam pengawasan pembangunan saat pengecoran baik tiang,rangkaian pancang gedung yang sedang berjalan. Karena  yang di kawatirkan apabila pada saat pelaksanaannya banyak melanggar aturan dan spesifikasi yang sudah di tentukan akan berakibat fatal hasilnya.  Casban

 

Pos terkait