Pembangunan Taman Inspirasi DPRD Habiskan Anggaran 6,8 Miliar Diduga Tidak Sesuai RAB

Oleh : Lambas

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Pembangunan Taman Inspirasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, menghabiskan anggaran mencapai 6,8 Miliar, kuat dugaan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Melihat kejanggalan tersebut, tentu saja menjadi bahan perbincangan khalayak publik. Seperti diketahui pembangunan taman inspirasi tersebut baru selesai pengerjaannya dan masih dalam masa perawatan, namun sudah mengalami kerusakan. Seperti patahnya tiang lampu dan adanya beberapa item yang belum terpasang, juga tidak sesuai dengan perencanaan.

Ketika awak media Amunisi meminta konfirmasi kepada Acep, selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam pekerjaan tersebut diruang kantornya, Selasa (22/3), dirinya menjelaskan, bahwa pelaksanaan dari pembangunan taman inspirasi sudah sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya), meskipun ada revisi pekerjaan dari awal perencanaan atau yang lebih sering disebut CCO (Contract Change Order).

“Memang di dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut ada pengurangan dan perubahan atau revisi dari perencanaan awal dan itu sesuai permintaan, melalui tahapan-tahapan yang sudah disepakati bersama,” ungkapnya.

Acep juga membenarkan adanya fasilitas taman yang sudah mengalami kerusakan dan menurutnya masih dalam masa perawatan yang akan akan diperbaiki secepatnya.

Terkait perubahan dari perencanaan awal pelaksanaan kegiatan tersebut, juga soal besar anggaran yang dihabiskan, Acep memberikan jawaban bahwa itu bukan ranahnya lagi.

“Silahkan buat surat ke Sekwan selaku Pengguna Anggaran (PA), karena semua sudah saya laporkan dan tanggung jawab saya sudah lepas,” tambah Acep.

Untuk diketahui, bahwa pelaksanaan pekerjaan pembangunan Taman Inspirasi tersebut dimulai pada tanggal 19 Juli 2021 oleh CV. CIAMPEA JAYA, PT. Ganesha Pratama Consultant sebagai konsultan pengawas, dan PT. Sekepar Bilikon sebagai konsultan perencana, sesuai papan proyek.

Namun ada kejanggalan ketika melihat pembangunannya yang sudah rampung, namun fasilitasnya masih ada yang belum bisa difungsikan tanpa sebab yang jelas.

Pos terkait