Pembayaran Lahan di PT Maya Wana Persada Sesuai Prosedur, Tidak Ada Mafia

  • Whatsapp

Oleh: Yani

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Baru-baru ini telah diadakan pertemuan warga Dusun Selimbung dan pihak PT Maya Wana Persada yang dihadiri oleh Kepala Desa Kampar Sebomban, Jumat (7/1/2022).

Bacaan Lainnya

Warga Dusun Selimbung sepakat dengan apa yang disampaikan oleh pihak PT Maya Wana Persada, baik masalah pembebasan lahan maupun pembayaran atau kompensasi yang telah disepakati dari kepala wilayah dengan pihak PT Maya Wana Persada.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Kampar Sebomban kecamatan simpang dua, F. Iskimo A.md, menjelaskan kepada warga Dusun Selimbung desa sekucing kualan kecamatan simpang hulu, Kabupaten Ketapang. terkait lahan yang dibebaskan oleh warga Dusun Selimbung kepada PT Maya Wana Persada yang lokasinya masuk wilayah Desa Kampar Sebomban maka aturan sudah pasti mengikuti peraturan atau prosedur yang telah disepakati sebelumnya.

Dan harga mengacu kepada hasil berita acara kesepakatan masyarakat setiap dusun di Desa Kampar Sebomban dengan pihak PT Maya Wana Persada ketika sosialisasi dan disetujui serta ditandatangani bersama.

Adapun prosedur yang disepakati Desa Kampar Sebomban dan PT Maya Wana Persada, Kades Iskimo A. Md menerangkan :
1. Tanah Bukit Natai yang ada tanam tumbuh seperti karet,pohon buah buahan, dihargai Rp 1.500.000,- / hektar, sudah diterima oleh pemilik lahan dan disaksikan oleh aparat desa.

2. Tanah Bukit Natai yang tidak ada tanamannya dihargai Rp 800.000,-/ hektar, sudah diterima oleh pemilik lahan.

3 Lahan tanjung atau rawa dihargai Rp 300.000,-/ hektar dan uang tersebut sudah dibagi rata kepada warga, tergantung besar kecilnya lahan yang dibebaskan wilayah dusunnya masing-masing.

“Maka dengan adanya pertemuan musyawarah mufakat dari pihak PT Maya Wana Persada dan pihak warga Dusun Selimbung bersama warga Desa Kampar Sebomban, mereka sepakat tidak akan ada lagi menerima hasutan dari pihak manapun. Karena hasutan tersebut dinilai bisa memperkeruh suasana dan akan merugikan kita semua, terpokus isu yang tidak bertanggung jawab. Lalu kapan kita untuk bahu membahu bekerja untuk kesejahteraan kita semua ?” Kata kades Iskimo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *