Pembelian Lahan Puskesmas Pakisjaya Diduga Dimark Up

  • Whatsapp
LAHAN PAKIS JAYA
FOTO: ILUSTERASI

KARAWANG, AMUNISINEWS.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang pada bulan Desember anggaran tahun 2016 telah membeli lahan tanah seluas 9000 meter persegi, terletak di Desa Tanah Baru Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, lahan tersebut diperuntukan untuk pembangunan Gedung Puskesmas Pakisjaya.

Hasil konfirmasi dan keterangan beberapa sumber yang  dihimpun bahwa tanah tersebut dengan luas 9000 M2 milik H.Bunyamin status tanah tersebut Akta Jual Beli (AJB) no.125/PPAT/1987.No.C:1122 dengan luas tanah keseluruhan sekitar 12.000M2, tetapi yang dibeli oleh pihak pemerintah Daerah kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan seluas 9000M2.

Kepala Desa Tanah Baru  Syarip Aripin saat dikonfirmasi hanya menerangkan bulan pembayarannya seakan menutupi harga yang sebenarnya dari Dinas Kabupaten Karawang .

”Sawah saya semuanya 6 petak yang dibeli oleh oleh orang puskesmas 4 petak (9000 M2) dibayar sekitar dua bulan yang lalu yaitu bulan Rewah (Mei 2017) dibayar di Bank BJB oleh Kepala Desa Tanah Baru Syarip Aripin dan pihak Puskesmas,” ungkap pemilik tanah H.Bunyamin Beberpa pekan lalu tepatnya,Selasa (27/6/2017) di rumahnya.

Ironisnya,  Kepala Desa Tanah Baru yang diduga seakan menutupi dan mendapatkan tekanan dari pihak –pihak tertentu, pasalnya saat dikonfirmasi berbeda dengan hasil ketarangan sumber-sumber yang dihimpun. ”Soal pembelian tanah untuk puskesmas betul di Desa Kami (Tanah Baru-Red) yang luasnya sekitar 9000M2,kalau soal harga saya tidak tahu,itu antara Pemebeli dan penjual, pembayaran waktu itu akhir tahun 2016 sekitar bulan Desember,” kata Syarip Aripin Kepala Desa Tanah Baru,Rabu (12/7/2017) di ruangan kerjanya

Menurut sumber dari Dinas terkait, yang enggan disebutkan jati dirinya bahwa tanah yang dibeli oleh pemerintah  Kabupaten Karawang  Letaknya Di Desa Tanah Baru Kecamatan Pakisjaya, dengan menggunakan Anggaran tahun 2016 sekitar kurang lebih Rp 2 miliar. “Untuk lebih jelas tanya saja pada bagian Dimkes terkait,” ucap sumber tadi.

Setelah investigasi dan konfirmasi di lapangan di duga pembelian lahan Puskesmas Pakisjaya diduga  adanya mark up tentang harga pada saat pembelian lahan, melibatkan instansi yang terkait .  (tim)

 

Pos terkait