Pemdes Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Bogor Laksanakan Musrenbangdes Tahun  2022

  • Whatsapp

Oleh: Lambas

BOGOR, AMUNISI,- Pemerintah Desa Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Rabu (13/10), melaksanakan musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) untuk tahun 2023.

Dalam Musrenbangdes tersebut dihadiri oleh, Camat, Ketua BPD, Kades, Para Kader, Tokoh masyarakat, Karang taruna, serta wakil dari masyarakat.

Kepala Desa, Mangku Sudrajat, menjelaskan apa saja yang akan direncanakan dalam membangun desa Bantar Jaya. Menurutnya, pembangunan fisik ditahun 2022, belum bisa maksimal dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran 30 persen, juga masih dalam masa pandemi.

“Tetapi kita masih bersyukur dengan adanya program pemerintah daerah Kabupaten Bogor yaitu Samisade sehingga pembangunan infrastruktur masih berjalan, dan sudah  dilaksanakan di dua titik yaitu di dusun Moyan dengan Volume 410M×3M×0,15 dan dusun Babakan dengan Volume 800M×3M×0,15,” lanjutnya.

Selain itu pak kades juga mengungkapkan bahwa Desa Bantar Jaya saat ini sudah dalam zona hijau, mengingat sebelumnya paling lama zona merah dibanding desa lainnya, juga paling banyak terpapar covid hingga mencapai 228 orang dan meninggal 11 orang, tentunya bersyukur dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Pak Ishak Mairu, SH.,MH., Selaku Camat Rancabungur, mengatakan bahwa dalam tahun ini banyak usulan atau aspirasi dari masyarakat yang tidak terealisasi karena masa pandemi, sehingga anggaran refocusing, untuk penanggulangan Covid-19.

Maka dengan adanya Musrenbangdes, Camat mempunyai harapan besar ada pemerataan pembangunan di seluruh desa yang ada di Rancabungur.

Untuk itu, beliau menegaskan agar seluruh aspirasi masyarakat ditampung, sesuai dengan peraturan dan ketentuan, juga kegiatan jangan hanya diinfrastruktur saja tetapi semua harus berjalan disemua lini.

“Dengan dilaksanakannya musrenbangdes ini, saya berharap pandemi segera berakhir agar pembangunan maksimal, tetap jaga Prokes harus ikut vaksinasi dalam mencapai kekebalan komunal terkait persentase yang sudah vaksinasi yaitu kira-kira 35-40% untuk tahap l dan 50-60% untuk tahap II,” tutup kades.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *