Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Terus Berupaya Dongkrak Industri Pariwisata di Masa Pandemi Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi AS.
Oleh: Lambas
Bogor, AMUNISI, – Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terus berupaya untuk memulihkan kondisi perekonomian masyarakat dalam bidang Industri Pariwisata, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai lembaga pemerintahan yang bergerak dalam bidang pelestarian serta pemberdayaan pariwisata dan kebudayaan.
Seperti penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bogor, Bapak Deni Humaedi AS, di ruang kerjanya, Senin (28/9), bahwa jajarannya dimasa pandemi sekarang terus berupaya memulihkan pergerakan ekonomi masyarakat khususnya dibidang Industri Pariwisata sesuai dengan ikon Kabupaten Bogor, yakni The city of sport and tourism.
“Sebagai Kepala Dinas yang baru menjabat, saya langsung turun
ke lokasi destinasi wisata yang ada di kabupaten Bogor, dan sampai saat ini sudah 16 kecamatan yang saya tinjau,” ungkapnya.
Menurut beliau, dari hasil penelusurannya, destinasi wisata di kabupaten Bogor masih terkendala oleh aksesibilitas. Hal ini sudah dilaporkan ke Ade Yasin, selaku Kepala Pemerintahan Kabupaten Bogor.
Seperti diketahui Industri Pariwisata meliputi; restoran, penginapan, pelayanan perjalanan, transportasi, pengembangan daerah tujuan wisata, fasilitas rekreasi, dan atraksi wisata.
Melihat kondisi saat ini yang mengharuskan semua sektor untuk membatasi aktivitas khususnya dibidang pariwisata, menjadi satu perhatian khusus bagi yang membidangi kegiatan di lapangan.
Menyadari hal tersebut, Kadis membentuk satuan tugas internal dalam memonitor di lapangan.
Kadis menjelaskan, bahwa sampai saat ini ada beberapa tempat yang belum bisa beroperasi seperti massage, pijat refleksi, dan sejenisnya, dikarenakan kegiatan tersebut berinteraksi langsung dan berada di indoor (ruang tertutup), sehingga memungkinkan Virus Covid-19 lebih rentan tertular.
Untuk kebudayaan itu sendiri Kadis lebih menekankan pada meningkatkan potensi budaya tradisional supaya lebih diprioritaskan melalui sanggar seni, baik melalui panggung seni maupun event.
“Namun yang terpenting adalah untuk seluruh pengusaha industri pariwisata supaya berkomitmen menaati peraturan, jangan sampai ada pelanggaran, jika hal itu terjadi yang dirugikan adalah pengusaha itu sendiri, dan kita tak segan-segan untuk memberikan sanksi, baik sanksi administrasi sampai penutupan,” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *