Penanganan Arogansi TU SMPN 1 Setengah Hati

  • Whatsapp
DSC_0799
Kepala Dinas Pendidikan Mustain Baladan

Ketegasan Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Dipertanyakan,

SIDOARJO,AMUNISI – Arogansi ASN (Aparatur Sipil Negara) oknum TU SMPN 1 Candi Larangan, Sidoarjo nampaknya belum mendapat tindakan tegas dari kepala sekolah SMPN 1 Candi,Mohammad Soliq dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sidoarjo Mustain Baladan.

Kerap kali muncul dalam pemberitaan media baik cetak maupun online terkait ulah arogan oknum TU SMPN 1 Candi,namun sampai saat ini belum ada sanksi tegas dari kepala sekolah bersangkutan maupun dinas pendidikan.

Hal ini sangat disayangkan karena telah mencoreng dunia pendidikan dan melanggar UU Pers pasal 40 tahun 1999.

“Perlakuan buruk yang diterima oleh wartawan yang konfirmasi tersebut sejatinya tidak harus terjadi, mengingat jurnalis (wartawan) merupakan darah bagi media yang memiliki khittah dalam mencari dan memberikan informasi sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang 1945 dan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,”terang Lutfi dan Tama kepada media ini Minggu (27/8).

Menurut Tama,menambahkan dengan kata lain, jurnalis yang bekerja di lapangan mencari  data (sumber informasi dan berita)  merupakan upaya untuk memberikan informasi yang seluas luasnya kepada publik untuk memenuhi Hak Untuk Tahu (Right To Know) yang juga dijamin oleh Undang Undang.

“Hak atas informasi adalah hak konstitusional dan hak asasi manusia yang pemenuhannya dijamin dalam Pasal 28 F UUD 1945 jo Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU No.39 tahun 1999, yang berbunyi : “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis cara yang tersedia,”terangnya

Namun walau sudah mendapat kecaman dari lembaga maupun wartawan dengan munculnya pemberitaan berbagai media cetak dan online terkait pelecehan dan tudingan terhadap dua orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi pemberitaan. Kepala dinas pendidikan kepadawartawan hanya menjawab singkat via whatsApp karena sedang menjalankan ibadah haji,’’ ketegasan apa yang diinginkan,’’ ujar Mustain.

Sementara Mohammad Soliq kepala sekolah SMPN 1 Candi Sidoarjo mengatakan,’’Ya mas,terima kasih dan sepurane (mohon maaf) ya mas atas kejadian itu.Mas Lutfi dan mbk Tama sepurane akibat ketidak nyamanan TU saya,”ujar Soliq.

Kedua wartawan ini berharap agar supaya masalah ini tidak terjadi kepada rekan wartawan lain yang sedang menjalankan tugasnya.Dan hal ini  yang sudah menjadi viral di media ini. Pasalnya Bumbunan Tamba oknum TU SMPN 1 Candi, tersebut sampai saat ini belum mendapat sanksi yang setimpal dan memang kita belum melaporkan hal tersebut ke kepolisian kita tunggu tindakan kepala sekolah dan Diknas.(tim)

Pos terkait