Penganiayaan Terhadap LHY Berujung Kematian Murni Tindak Pidana

  • Whatsapp
received_120300003246268905
Kapolres AKBP Agus Ryanto

TUAL, AMUNISINEWS.COM Tindak pidana penganiayaan terhadap Leonardus Hendra Yamrevav (LHY) yang diduga dilakukan oleh 10 orang berujung dengan kematian, Minggu (16/4) lalu.
Hal ini disampaikan, Kapolres AKBP Agus Riyanto kepada wartawan Amunisi Senin (17/4), saat jumpa pers di ruang kerja-nya.

Kapolres AKBP Agus Riyanto mengatakan, bahwa diri-nya terus berupaya untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara supaya tidak terprovokasi dengan isu-isu provokatif.

Polres Maluku Tenggara dinakodahi AKBP Agus Riyanto dan beserta jajaran-nya melaksanakan silahturami dengan tokoh agama yang melibatkan Pastor, Wakil Uskup, Ketua Klasis dan tokoh – tokoh pemuda Ohoijang, Watdhek dan Langgur untuk dapat menjaga Kamtibmas.

Menurut AKBP Agus Riyanto, bahwa kasus ini adalah murni tindak pidana penganiayaan dan tidak ada kaitan-nya dengan acara Paskah atau kegiatan keagamaan tetapi semua ini melainkan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan seseorang meningal dunia.

Malam itu LHY, korban bersama – sama dengan teman-nya Andreas Savsavubun (ARS), mengunakan sepeda motor dari Desa Taar menuju desa langgur dengan tujuan untuk pulang.

Lebih lanjut AKBP Agus Riyanto, bahwa setiba-nya di Ohoijang tepat di depan gereja korban LHY mengajak teman-nya ARS untuk kembali beli makan di Watdek.

LHY dan ARS setibanya di lokasi, sanggat terkejut ketika dihampiri 10 pemuda langsung disambut dengan berjuta pumukulan bambu dan lemparan yang mengarah kemereka berdua.

Penyebab lemparan yang mengenai kendaraan sehingga menyebabkan kedua-nya terjatuh, dibalik kondisi itu ARS sempat melarikan diri sedangkan LHY korban terjatuh langsung dipukuli tangan maupun bambu yang saat itu digunakan untuk bendera partai.

Warga yang sempat melihat kejadian itu, berupaya untuk melerei aksi premanisme oleh segerombolan yang saat itu langsung melarikan diri, warga melarikan korban ke Rumah Sakit Karel Satsiutubun.

“Berdasarkan keterangan para saksi, maka kita simpulkan ada 10 pemudah tersebut yang berada di TKP, untuk itu pihak polres melakukan pemeriksaan kepada 7 0rang dan melakukan olah TKP,” kata Kapolres.

Harapan Kapolres AKBP Agus Riyanto, bahwa dari hasil pemeriksaan dapat terungkap sejumlah nama – nama yang diduga kuat sebagai pelaku utama berinisial DTR, MAKR, Un dan RT.

Peran keempat pelaku, terbukti ada yang mengunakan batu, bambu serta melakukan pemukulan terhadap korban secara berulang – ulang kali ketubuh korban.

Kapolres juga meminta untuk pihak RSU Karel Saidsiutubun untuk melakukan visum sebagai dasar tindak lanjuti laporan kepolisian.

Pihaknya juga berupaya untuk mengamankan barang bukti yakni meliputi tiga buah batu dan bambu yang digunakan untuk penganiayaan terhadap korban. (FP-19)

Pos terkait